Indonesia Jadi Panutan Banyak Negara soal Kemajemukan

Seorang warga berdiri di depan spanduk Nusantara Bersatu ketika mengikuti rangkaian acara Nusantara Bersatu di Pekanbaru, Riau, Rabu (30/11). Kegiatan Nusantara Bersatu itu dilakukan guna mengingatkan kembali kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga kerukunan antara umat beragama. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/foc/16.

Jakarta– Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, saat ini banyak negara yang belajar dari Indonesia dalam mengelola kemajemukan dan keberagaman.

“Terlebih di tengah perkembangan dan dinamika kehidupan global sekarang, makin membuat banyak negara menjadikan Indonesia sebagai panutan. Panutan dalam mengelola kemajemukan, panutan dalam mengelola keberagaman, sehingga negara lain belajar dari kita, Indonesia,” kata Presiden Jokowi saat bersilaturahmi dengan para para peserta Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadis (MHQH) Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Suud tingkat ASEAN dan Asia Pasifik ke-8 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/5).

Sebanyak 96 peserta yang datang dari 17 negara ASEAN dan Asia Pasifik mengikuti MHQH, yang digelar di Masjid Istiqlal Jakarta, pada 2-3 Mei 2017.

Hadir pada kesempatan itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Suud, dan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Republik Indonesia Osama Mohammad Abdullah Alshuaibi.

Sebagai panutan banyak negara, Presiden mengatakan, umat Islam di Indonesia wajib menunjukkan kepada dunia bahwa Islam adalah agama yang cinta damai, agama yang menjauhi fitnah, agama yang menjauhi kekerasan, dan agama yang rahmatan lil ‘alamin.

“Dan, yang paling penting bagi semua adalah teruslah mensiarkan, teruslah mengamalkan ajaran Alquran di luar kompetisi ini,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.