Kades Akui Sebagian DD Tak Jelas

Kepala Desa Sukaraja Rusdi Harun.PeNa Sapto Firmansis

PESAWARAN (PeNa)-Kepala Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Rusdi Harun mengakui untuk sebagian Dana Desa (DD) belum jelas realisasinya. Ini diisebabkan tidak adanya serah terima pertanggungjawaban penggunaan dana tersebut kepada pemerintah desa yang dipimpinnya. 

Kepada PeNa, Rusdi Harun mengatakan bahwa dana yang didapat dari pusat tersebut diterima oleh pejabat yang lama yakni Martini. “DD tahun 2016 adalah 394 juta rupiah, namun yang kami terima hanya 200juta. Dan 194 juta diterima Martini yang saat itu menjabat sebagai kades, ” kata dia, dikantornya, Kamis (9/3).
Sampai saat ini, ungkap dia, Martini tidak ada penjelasannya kepada desa. Padahal, upaya kami sudah beberapa kali dilakukan. “Kami sudah meminta kepada Martini untuk datang ke desa guna menjelaskan uang DD yang diterimanya. Namun, meski sudah berulangkali dihubungi, yang bersangkutan tidak datang dengan alasan tidak ada waktu, ” ungkapnya. 
Dijelaskan, bahwa dalam laporan pertanggungjawaban penggunanan DD dibuat secara terpisah sesuai dengan arahan inspektorat selaku pengawas. “Sesuai dengan arahan inspektorat, kami buat laporan secara terpisah. Kami buat apa yang kami terima, sedangkan sisanya oleh kades lama (Martini). Jadi jelas, apa yang dilakukan Martini bukan tanggungjawab kami,” ujar dia. 
Senada dengan itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), Yopi juga menyebut bahwa yang memahami persoalan ini adalah Sekretaris Desa, Dayan Fahmi. “Yang paham soal ini sekdes, karena dia yang mengetahui secara persis. Selain itu, sudah pula ditengahi Camat. Namun demikian, kesimpulannya seperti apa, kami tidak mengetahui, ” kata dia. 
Saat dihubungi PeNa, Dayan Fahmi tidak ada dikantor dan memberitahu bahwa sedang ada urusan. “Saya masih ada urusan, tidak bisa dibicarakan melalui telepon, ” kilah dia melalui sambungan telepon genggam staf desa yang menghubunginya. 
Saat dikonfirmasi PeNa, Kepala Desa Rusdi Harun ditemani beberapa kadus dan staf kantornya. Mereka membenarkan apa yang disampaikan kadesnya, dan beberapa juga mengeluhkan perilaku mantan kades yang kini aktif di Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran.”Ada uang yang belum dipertanggungjawabkan, diantaranya adalah uang untuk kegiatan LPM, BPD,Linmas dan pemberdayaan, ” tegas mereka. 
Sementara itu, Martini saat dikonfirmasi tidak ada dikantornya dan telepon genggamnya juga tidak dapat menjawab ketika dihubungi. PeNa-spt. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *