Kades Tanjungrejo Dipanggil Ulang Soal Hibah Truk 

PESAWARAN (PeNa)-Kepala Desa Tanjungrejo Kecamatan Negeri Katon, Sanjaya akan dipanggil ulang setelah panggilan pertamanya tidak bisa hadir karena ada keperluan di Bandung.
Panggilan dilakukan penyidik guna dimintai keterangannya terkait perkara dugaan penggelapan hibah kendaraan truk yang dilakukan Abdul Wahid selaku ketua kelompok.”Ya saya kemarin tidak bisa memenuhi panggilan penyidik, karena ada keperluan di Bandung. Namun, saya sudah koordinasi dan rencananya akan hadir jika sudah menerima surat panggilan kedua, ” kata Sanjaya, Selasa (23/5).
Diungkapkan, bahwa panggilan yang ditujukan kepadanya juga bersamaan dengan Abdul Wahid. Namun, Wahid juga mangkir dari panggilan tersebut. “Bersamaan panggilan saya, juga dengan Abdul Wahid. Tapi katanya, Wahid juga tidak datang. Saya tidak tahu apa alasannya, ” ungkap dia pada PeNa.
Terkait perkara tersebut, penyidik telah memeriksa ketua kelompok Kresno Jati, Sukartiningsih dan Kepala Desa Kresno Widodo, Suprapto. Keduanya hanya diperiksa dan dimintai keterangannya terkait perkara dugaan penggelapan pada hibah kendaraan truk Mitsubishi Counter tahun pembuatan 2014 yang diterimanya. Informasi yang dihimpun, Dinas Perhubungan Kabupaten Pesawaran menghibahkan kendaraan truk tersebut kepada lima kelompok.
Sayangnya, kelompok penerima kendaraan Truk dari dana hibah diduga fiktif. Faktanya, kendaraan truk tersebut dimanfaatkan perorangan dimasing-masing desa.
Sedianya, hibah kendaraan truk yang digulirkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK)  tahun anggaran 2014 tersebut untuk jasa angkutan kelompok dalam menjalankan aktifitas usahanya. Namun, kelompok yang dibentuk diduga hanya akal-akalan agar proyek dari Dinas Perhubungan tersebut dapat dilaksanakan. “Kami tidak pernah mengetahui adanya kelompok tersebut. Dan baru tahu belakangan, setelah wartawan menanyakan. Setahu kami dan masyarakat, orang tersebut membeli unit truk dengan uang sendiri, ” kata Sekretaris Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Negeri Katon, Bukhori.
Pernyataan tersebut juga di benarkan Kepala Desa Tanjung Rejo, Sanjaya. Kepada PeNa, mengatakan bahwa kelompok yang ada didesanya tidak ada yang menerima bantuan kendaraan truk yang dimaksud. “Tidak ada kelompok didesa kami yang menerima bantuan tersebut. Kalaupun ada itu fiktif dan dilakukan perorangan. Karena kendaraan truk tersebut faktanya dimanfaatkan dia sendiri tanpa ada pertanggungjawaban yang jelas, ” kata dia.
Diterangkan, bahwa kelompok yang dimaksudkan oleh Wahid adalah fiktif. ” Kelompok Transportasi Jaya itu fiktif, karena nama anggota tidak diketahui. Makanya, kami mengharapkan kendaraan tersebut untuk diserahkan ke desa untuk kemudian diberikan kepada kelompok yang membutuhkan dengan tata kelola yang benar sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik, ” terang dia.
Tidak hanya kelompok penerima hibah di Desa Tanjung Rejo, penerima hibah di Desa Kresno Widodo Kecamatan Tegineneng juga diduga fiktif. Hal ini disampaikan Sekretaris Desa tersebut, Tantri Wibisono kepada PeNa, Rabu (26/4).”Kalau kelompok yang dimaksud sepertinya tidak tercatat. Karena kami tidak mengetahuinya, silahkan langsung dikonfirmasi ke yang bersangkutan.” kata dia.
Diungkapkan, pihak desa tidak mengetahui secara jelas. Terlebih, kendaraan truk yang dimaksud juga tidak pernah terlihat di desanya. “Tidak mengetahui secara jelas, lagian mobil truk yang dimaksud juga tidak pernah terlihat disini. Kalau memang untuk kelompok, pastinya beroperasi didesa, ” tegas dia. PeNa-spt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.