MTQ di Prediksi Macet,Polres Pesawaran Gelar Rekayasa Lalin

Pesawaran-(PeNa), Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Lampung yang akan dilangsungkan di Islamic Center Kabupaten Pesawaran diperkirakan akan menimbulkan kemacetan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kepolisian Resort (Kapolres)  Pesawaran, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)  Syarhan kepada PeNa usai rapat koordinasi dengan bupati, Senin (17/4).”Mungkin akan macet, untuk itu nanti kita akan buat rekayasa lalu lintas untuk kendaraan yang melintas. Karena jalan tersebut merupakan jalan lintas, jadi tidak mungkin dilakukan penutupan, ” kata dia.

Selain itu, persiapan personil juga akan dilakukan secara bersama-sama dengan institusi lain seperti dishub, pol pp dan bantuan personil dari polda. “Kalau dari polres,kita siapkan 120 personil. Namun, dilapangan nantinya akan dilakukan bersama dari dishub, pol pp maupun bantuan personil dari polda, ” kata dia.

Terkait rekayasa lalu lintas, Syarhan belum dapat  memutuskan dengan alasan masih akan dirapatkan besok jelang pelaksanaan.”Kalau tepatnya kami belum bisa memastikan, karena besok baru kita gelar rapat pemantapannya. Yang jelas, hanya mobil kecil yang bisa kita alihkan. Kalau untuk mobil berat atau besar mungkin akan dilakukan buka tutup, ” ujar dia sambil bergegas menuju mobilnya.

Senada dengan Kapolres, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pesawaran, Andry Efendi juga menuturkan bahwa rekayasa lalu lintas akan dilakukan setelah berkoordinasi dengan Kabupaten Pringsewu dan Kota Madya Bandarlampung sebagai daerah penyangga. “Nanti akan kita koordinasikan dengan Bandarlampung dan Pringsewu untuk kita lakukan rekayasa lalulintas pada pelaksanaan MTQ, ” kata dia.

Menurutnya, perkiraan kendaraan yang melintas akan macet sudah dapat disiasati dengan membuat kantong parkir dihalaman ruko maupun di museum. “Mungkin ya macet, tapi akan kita siasati dengan membuat kantong parkir dihalaman ruko maupun di museum yang memang letaknya tidak jauh dari islamic center, ” terang dia.

Diketahui, MTQ akan digelar pada tanggal 20 sampai 27 April 2017 dengan menelan biaya Rp4,3Milyar. Secara umum, kesiapan nampak sudah dilakukan pemerintah daerah selaku penyelenggara. Namun, untuk pelaksanaan dimungkinkan banyak berpotensi masalah. PeNa-spt.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.