54% Pemudik Belum Kembali, ASDP Siapkan Skema Khusus Hadapi Gelombang Kedua Arus Balik

Bakauheni – (PeNa), Arus balik Lebaran 2026 mulai menggeliat, namun lebih dari separuh pemudik ternyata masih tertahan di Sumatera. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat, hingga H+3, baru 46% penumpang yang kembali ke Pulau Jawa, sementara 54% lainnya belum bergerak pulang.

Data ini menjadi sinyal kuat bahwa gelombang kedua arus balik berpotensi memuncak dalam beberapa hari ke depan.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menegaskan pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi lonjakan tersebut.

“Kalau kita lihat data, baru sekitar 37 persen kendaraan yang sudah kembali ke Jawa. Artinya, masih ada potensi pergerakan besar dalam beberapa hari ke depan,” kata Heru, Rabu (25/3/2026).

Sepanjang periode mudik H-10 hingga Hari H, tercatat sebanyak 898.864 orang menyeberang dari Jawa ke Sumatera dengan total 239.760 kendaraan.

Sementara itu, pada arus balik H+3, tepatnya 25 Maret pukul 00.00 hingga 14.00 WIB, jumlah penumpang yang kembali ke Jawa mencapai 55.417 orang atau naik 29% dibanding tahun lalu.

Jumlah kendaraan pada periode yang sama juga meningkat signifikan, yakni 13.464 unit atau naik 23,1%.

Jika diakumulasikan sejak H-10 hingga H+3, total penumpang yang telah melakukan perjalanan mencapai 756.508 orang atau naik 18,2% dibanding tahun sebelumnya. Sementara kendaraan mencapai 117.326 unit atau meningkat 26%.

Namun, secara keseluruhan, jumlah pemudik yang benar-benar sudah kembali ke Jawa masih jauh dari total arus mudik sebelumnya.

“Jumlah penumpang yang sudah kembali ke Pulau Jawa baru 327.646 orang. Artinya masih ada sekitar 54 persen yang belum kembali,” ujar Heru.

Strategi ASDP Hadapi Lonjakan 28-29 Maret

ASDP memprediksi puncak arus balik gelombang kedua akan terjadi pada 28 hingga 29 Maret 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, sejumlah strategi disiapkan, mulai dari pengaturan dermaga hingga penambahan armada kapal.

“Kami akan membagi kendaraan ke seluruh dermaga dan menerapkan single ticketing agar tidak terjadi penumpukan di satu titik. Strategi ini terbukti efektif tahun lalu,” jelas Heru.

Selain itu, ASDP juga menyiapkan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB) yang akan diberlakukan secara situasional saat kepadatan meningkat.

“Kalau nanti alur di pelabuhan dan jalan tol mulai padat, maka TBB akan kami terapkan secara bertahap,” ujarnya.

Untuk mendukung operasional, ASDP juga menyiapkan tambahan kapal saat puncak arus balik.

“Dalam kondisi normal kami operasikan 28 kapal, namun saat peak bisa kami tambah menjadi 33 kapal,” kata Heru.

Ia juga memastikan koordinasi dengan BMKG terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang bisa mengganggu pelayaran.

“Kami terus memantau cuaca dan berkoordinasi dengan BMKG. Keselamatan tetap jadi prioritas utama,” tegasnya.

Heru menambahkan, meski puncak arus balik diprediksi terjadi pada 28-29 Maret, pergerakan pemudik diperkirakan akan terurai.

“Pergerakan kemungkinan sudah terbagi sejak tanggal 26, 27, hingga 29. Jadi bebannya tidak menumpuk di satu hari, tapi kami tetap siaga penuh,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *