Bakauheni – (PeNa), Arus balik Lebaran 2026 mulai bergerak, namun jumlah pemudik yang belum kembali ke Pulau Jawa masih sangat besar. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat sebanyak 756.576 penumpang masih berada di Sumatera dan belum menyeberang ke Jawa.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo mengatakan, angka tersebut menjadi perhatian utama dalam pengelolaan arus balik tahun ini.
“Dari hasil komparasi data, masih ada 756.576 penumpang yang belum kembali ke Pulau Jawa, ini menjadi fokus utama kami dalam pengaturan arus balik,” ujar Heru, Selasa (24/3/2026).
Pada periode arus mudik H-10 hingga H-1, tercatat 898.664 penumpang menyeberang ke Sumatera dengan total 239.760 kendaraan dari seluruh golongan.
Sementara itu, pada arus balik yang dihitung sejak H-1 hingga H+2 pukul 14.00 WIB, jumlah penumpang yang sudah kembali mencapai 50.631 orang, dengan 12.654 kendaraan.
“Pada H+2 ini terjadi kenaikan dibanding tahun lalu, penumpang naik 53,5 persen dan kendaraan meningkat 48,1 persen,” jelas Heru.
Jika diakumulasi sejak H+1 hingga H+2, total penumpang yang sudah kembali mencapai 142.288 orang dan 37.634 kendaraan. Angka ini juga menunjukkan tren kenaikan, masing-masing 15 persen untuk penumpang dan 15,7 persen untuk kendaraan dibanding tahun lalu.
Puncak Arus Balik Diprediksi Mulai 24 Maret
Heru menyebut lonjakan arus balik mulai terlihat sejak kemarin dan akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.
“Kami memprediksi puncak arus balik mulai terjadi tanggal 24 Maret, kemudian akan kembali meningkat pada 28 dan 29 Maret,” kata Heru.
Ia menambahkan, sistem reservasi menunjukkan tingginya minat penyeberangan. Hingga hari ini, tercatat 44 ribu penumpang dan kendaraan telah melakukan pemesanan tiket.
“Sebanyak 44 ribu pengguna jasa sudah reservasi hari ini. Arusnya mengalir sejak pagi hingga malam, sehingga tidak terjadi penumpukan,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan, ASDP mengoperasikan 68 kapal, dengan 31 kapal aktif dan sisanya dalam kondisi siaga.
“Kami siapkan 68 kapal, 31 beroperasi dan sisanya standby untuk mengantisipasi lonjakan jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan trafik,” tegas Heru.
Heru juga memastikan koordinasi lintas instansi berjalan optimal, mulai dari KSOP, kepolisian, hingga Kementerian Perhubungan.
“Koordinasi dengan seluruh stakeholder berjalan baik, sehingga pengaturan arus kendaraan dan penumpang bisa kami kendalikan dengan lancar,” pungkasnya.
Selain penumpang, ASDP mencatat masih ada 202.126 kendaraan yang belum kembali ke Pulau Jawa. Kondisi ini membuat seluruh pihak terus bersiaga guna menjaga kelancaran arus balik hingga puncaknya berakhir.






