Arus Balik Mulai Menggeliat, Kendaraan dari Sumatera ke Jawa Melonjak hingga 45%

Bakauheni – (PeNa), Arus balik Lebaran 2026 dari Sumatera ke Jawa mulai terasa. Lonjakan kendaraan dan penumpang di Pelabuhan Bakauheni bahkan sudah terlihat sejak Hari H Lebaran, dengan tren yang terus menguat jelang puncak arus balik pada 24–25 Maret.

PT ASDP Indonesia Ferry mencatat, trafik penyeberangan mulai meningkat signifikan sejak Minggu (22/3). Meski terjadi lonjakan, operasional pelabuhan masih berjalan lancar dan terkendali.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan peningkatan ini menjadi sinyal awal arus balik.

Bacaan Lainnya

“Pergerakan yang mulai meningkat ini menandakan tren arus balik sudah berjalan. Kami terus memastikan kesiapan layanan untuk mengantisipasi lonjakan pada periode puncak,” ujarnya.

Lonjakan Kendaraan Didominasi Motor dan Logistik

Data Posko Bakauheni mencatat, dalam 24 jam pada Hari H terdapat 146 trip kapal dengan total 51.751 penumpang—naik 30,5% dibanding tahun lalu. Sementara jumlah kendaraan mencapai 14.094 unit atau melonjak 45,3%.

Kenaikan paling tinggi terjadi pada sepeda motor yang mencapai 5.248 unit (naik 59,4%), disusul mobil 7.407 unit (naik 27,9%). Lonjakan tajam juga terlihat pada kendaraan logistik yang mencapai 1.202 unit atau naik 189,6%.

General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, memastikan lonjakan ini masih dalam batas aman.
“Arus kendaraan masih dalam batas kapasitas layanan. Pola kedatangan cukup merata sehingga proses bongkar muat kapal berlangsung cepat tanpa hambatan berarti,” jelasnya.

Untuk mengurai kepadatan, ASDP menerapkan skema pengalihan kendaraan. Kendaraan kecil dan penumpang tetap melalui Bakauheni, sementara kendaraan besar dialihkan ke Pelabuhan BBJ Muara Pilu. Adapun truk sumbu tiga ke atas masih dibatasi dan diarahkan menunggu di buffer zone.

Partogi menambahkan, pengelolaan dermaga dilakukan fleksibel dengan sistem multi-dermaga agar distribusi kendaraan tetap merata.

“Pengaturan ini membuat ritme layanan tetap stabil meski volume terus meningkat,” katanya.

Di sisi lain, pengguna jasa diminta tidak menumpuk di hari puncak. Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengingatkan pentingnya pembelian tiket lebih awal.

“Pastikan telah membeli tiket melalui Ferizy sebelum tiba di pelabuhan. Tidak ada penjualan tiket di lokasi,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan pengelolaan arus balik harus adaptif mengikuti kondisi lapangan, termasuk optimalisasi kapasitas dan buffer zone.

Dengan tren yang terus naik dan puncak arus balik di depan mata, ASDP memastikan layanan penyeberangan Sumatera–Jawa tetap berjalan tertib, aman, dan terkendali.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *