Basarnas Evakuasi 20 Warga Terjebak Banjir Lampung Selatan

Lampung Selatan – (PeNa), Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Lampung Selatan pada Jumat (6/3) sore berubah menjadi mimpi buruk bagi warga Desa Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung. Air tiba-tiba meluap dan merendam permukiman hingga setinggi sekitar dua meter.

Sedikitnya 11 rumah warga terendam banjir. Beberapa keluarga bahkan terjebak di dalam rumah karena arus air yang cepat dan ketinggian genangan yang membuat mereka tak bisa keluar menyelamatkan diri.

Bacaan Lainnya

Laporan kejadian itu diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Lampung sekitar pukul 17.20 WIB. Tanpa menunggu lama, tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi dengan kendaraan operasional dan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak.

Tim SAR Gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 18.45 WIB. Petugas kemudian berkoordinasi dengan aparat setempat dan melakukan asesmen kondisi banjir sebelum memulai proses penyelamatan di sejumlah titik terdampak.

Evakuasi Warga Gunakan Perahu Karet

Dantim Rescue Basarnas Lampung, Febri Yanda yang berada di lokasi menjelaskan, ketinggian air sempat menyulitkan mobilitas warga sehingga proses evakuasi harus dilakukan menggunakan perahu karet.

“Ketinggian air sempat mencapai sekitar dua meter di beberapa titik sehingga menyulitkan mobilitas warga. Tim SAR Gabungan menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi masyarakat yang terjebak di dalam rumah,” kata Febri.

Tak hanya di Desa Jatimulyo, tim juga melakukan penyisiran ke sejumlah kawasan perumahan di Kecamatan Jati Agung. Di antaranya Perumahan Gedung Harapan, Perumahan Diamond, Perumahan 99, hingga Perum Griya Anugrah.

Dari operasi penyelamatan tersebut, sebanyak 20 warga berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Balita dan lansia menjadi prioritas utama dalam proses penyelamatan yang dilakukan secara bertahap di tengah genangan air yang masih tinggi.

Petugas terus memantau kondisi banjir hingga menjelang malam. Sekitar pukul 22.00 WIB, ketinggian air mulai berangsur surut hingga sekitar 1,5 meter sehingga situasi dinilai mulai terkendali.

Karena kondisi dinilai sudah kondusif dan debit air terus menurun, operasi SAR kemudian diusulkan untuk dihentikan. Seluruh unsur yang terlibat dalam evakuasi selanjutnya kembali ke satuan masing-masing setelah memastikan tidak ada lagi warga yang membutuhkan pertolongan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *