Bakauheni – (PeNa), Arus mudik di lintasan Jawa–Sumatera selama dua hari Lebaran 2026 menunjukkan pola tak seimbang. Penyeberangan dari Merak ke Bakauheni tercatat menurun dibanding tahun lalu, sementara dari Bakauheni ke Merak justru meningkat signifikan.
Selama hari H dan H+1, total penumpang dari Merak ke Sumatera mencapai sekitar 103.947 orang dengan total kendaraan 26.989 unit. Namun secara tahunan, trennya turun, dengan penumpang berkurang di kisaran 4 hingga 7 persen dan kendaraan turun sekitar 5 persen.
Sebaliknya, arus dari Sumatera ke Jawa justru menguat. Dalam dua hari, total penumpang mencapai 77.685 orang dan kendaraan 19.869 unit. Kenaikan paling mencolok terjadi di H+1, di mana jumlah penumpang melonjak hingga 30,5 persen dan kendaraan naik 45,3 persen dibanding tahun lalu.
Arus Mudik Dua Arah Tak Seimbang
Kondisi ini menegaskan arus mudik tidak hanya didominasi dari Jawa ke Sumatera, tetapi juga cukup besar dari arah sebaliknya, terutama setelah hari H.
Secara kumulatif hingga H+1, total pergerakan masih tinggi. Dari Jawa ke Sumatera tercatat 952.458 penumpang, sedangkan dari Sumatera ke Jawa mencapai 480.613 penumpang.
GM ASDP Bakauheni Partogi Tamba menyebut perbedaan ini dipengaruhi pola perjalanan pemudik yang berubah.
“Arus dari Jawa ke Sumatera sudah lebih dulu menyebar sebelum hari H, sehingga saat Lebaran terlihat menurun,” ujar Partogi.
Ia menegaskan lonjakan dari Bakauheni ke Merak tetap merupakan bagian dari arus mudik.
“Pergerakan dari Sumatera ke Jawa ini juga arus mudik, karena mobilitas masyarakat di kedua wilayah berjalan bersamaan,” katanya.
Menurutnya, sebagian pemudik sengaja memilih waktu berbeda untuk menyeberang.
“Banyak pengguna jasa yang menyeberang setelah hari H agar perjalanan lebih lancar dan tidak menumpuk,” jelasnya.
ASDP memastikan operasional tetap optimal menghadapi pergerakan dua arah tersebut.
“Kami tetap siagakan armada dan atur jadwal penyeberangan agar seluruh arus bisa terlayani dengan baik,” tegas Partogi.






