BANDARLAMPUNG – (PeNa), Di tengah derasnya arus informasi digital dan dinamika sosial yang terus bergerak, Kapolda Lampung Helfi Assegaf menegaskan stabilitas keamanan bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama pembangunan daerah.
Pesan itu ia sampaikan dalam pertemuan lintas sektor di Siger Lounge Polda Lampung, Selasa (24/2/2026). Hadir dalam forum tersebut Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Anggota DPR RI Abdul Hakim, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, unsur TNI, Kejaksaan, Pengadilan Tinggi, BNNP, Densus 88 AT, hingga perwakilan buruh dan tokoh agama.
Kapolda menekankan, keamanan yang terjaga akan berdampak langsung pada investasi dan pertumbuhan ekonomi. Karena itu, koordinasi lintas lembaga tidak boleh sebatas formalitas.
“Situasi yang aman dan kondusif adalah prasyarat utama pembangunan. Sinergi seluruh elemen menjadi kunci dalam menjaganya,” tegasnya.
Hoaks dan Operasi Cempaka Jadi Perhatian
Selain memperkuat sinergi, Polda Lampung saat ini mengoptimalkan Operasi Cempaka Krakatau 2026 dengan mengedepankan langkah preventif, penegakan hukum terukur, serta pendekatan humanis kepada masyarakat.
Kapolda juga mengingatkan ancaman hoaks dan ujaran kebencian di ruang digital yang berpotensi memecah belah jika tidak disikapi dengan bijak.
“Kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terprovokasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Iswandari menegaskan, pertemuan lintas sektor ini menjadi bagian dari penguatan komunikasi strategis antarinstansi.
“Ini adalah upaya memperkuat kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, hingga elemen buruh dalam menjaga stabilitas kamtibmas,” ungkapnya.
Dengan konsolidasi tersebut, aparat berharap stabilitas keamanan di Lampung tetap terjaga di tengah tantangan sosial dan derasnya arus informasi digital.






