Malam Puncak Mudik, 163.603 Penumpang Tiba di Bakauheni

Bakauheni – (PeNa), Gelombang besar pemudik akhirnya mencapai puncaknya pada H-3 Lebaran 2026. Dalam kurun waktu 24 jam, sebanyak 163.603 penumpang tiba di Pelabuhan Bakauheni dari Merak, menandai malam tersibuk dalam arus mudik tahun ini.

Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa pergerakan masyarakat dari Pulau Jawa ke Sumatera telah memasuki fase puncak. Data Posko Angkutan Lebaran mencatat, ribuan kendaraan ikut membanjiri lintasan penyeberangan, dengan total 44.440 unit menyeberang ke Sumatera.

Bacaan Lainnya

Kendaraan roda dua tercatat mencapai 22.865 unit, sementara roda empat mendominasi dengan 19.459 unit. Peningkatan ini menunjukkan mayoritas pemudik memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk pulang ke kampung halaman.

Di tengah derasnya arus masuk, pergerakan dari arah sebaliknya juga mulai meningkat. Dari Bakauheni menuju Merak, tercatat 57.319 penumpang ikut menyeberang. Angka ini melonjak tajam hingga 19,5 persen dibandingkan tahun lalu, menandakan arus dua arah mulai terjadi.

Arus Dua Arah Mulai Padat, Bakauheni Jadi Titik Kritis

General Manager ASDP Bakauheni, Partogi Tamba, menyebut malam ini sebagai fase paling krusial dalam pengelolaan arus mudik.

“Angka 163 ribu penumpang yang tiba di Bakauheni dalam satu hari menunjukkan bahwa kita sudah berada di puncak arus mudik,” ujar Partogi.

Ia memastikan seluruh armada kapal dioperasikan maksimal untuk mengurai kepadatan. Tercatat, sebanyak 167 trip kapal dijalankan dari Bakauheni selama periode tersebut.

“Kami mengoptimalkan seluruh armada dan mempercepat proses bongkar muat agar tidak terjadi antrean panjang,” katanya.

Partogi juga menyoroti kenaikan signifikan dari arus sebaliknya yang perlu diantisipasi sejak dini.

“Pergerakan dari Sumatera ke Jawa meningkat hampir 20 persen. Ini menunjukkan arus balik mulai terbentuk lebih awal,” jelasnya.

Ia mengimbau pemudik untuk tetap tertib mengikuti jadwal dan arahan petugas demi kelancaran bersama.

“Kami harap pengguna jasa mempersiapkan perjalanan dengan baik dan mengikuti sistem yang sudah diatur agar perjalanan tetap aman dan nyaman,” tutupnya.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-3, sebanyak 631.531 penumpang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera. Sementara dari arah sebaliknya mencapai 337.650 penumpang.

Dengan angka yang terus menanjak, Pelabuhan Bakauheni kini menjadi simpul terpadat arus mudik nasional—tempat bertemunya lonjakan pemudik dari dua arah dalam satu waktu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *