PRINGSEWU – (PeNa), Warga Pekon Jogjakarta, Dusun 3, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, kini tak lagi mengandalkan rakit bambu untuk menyeberangi Sungai Way Sekampung. Jembatan Perintis Garuda resmi dibangun dan mulai digunakan masyarakat.
Selama puluhan tahun sungai tersebut menjadi batas aktivitas warga. Untuk menuju wilayah seberang, masyarakat harus menyeberang menggunakan getek atau rakit bambu sederhana yang dibuat secara swadaya.
Jembatan itu menghubungkan Pekon Sukoharjo IV dengan Pekon Jogjakarta. Kehadirannya mempersingkat jarak tempuh warga dan mempermudah mobilitas masyarakat, terutama untuk kegiatan ekonomi serta akses pendidikan pelajar.
Peresmian jembatan dilakukan Pangdam XXI Radin Inten. Ia menjelaskan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program TNI Angkatan Darat untuk memperluas akses infrastruktur bagi masyarakat.
“Hari ini kita melaksanakan peresmian jembatan yang sebenarnya diinisiasi oleh Bapak Kepala Staf Angkatan Darat untuk pembangunan 200 jembatan di seluruh Indonesia,” katanya.
Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 80 meter dengan lebar 1,2 meter. Proses pembangunannya memakan waktu hampir satu bulan dengan melibatkan prajurit TNI AD, relawan Vertical Rescue Indonesia, aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Harapannya masyarakat di kedua pekon bisa memanfaatkan jembatan ini untuk aktivitas perekonomian, terutama anak-anak sekolah agar aksesnya lebih cepat dan mudah,” ujarnya.
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengatakan sebelumnya akses penyeberangan di lokasi itu sering terputus ketika debit Sungai Way Sekampung meningkat, sehingga aktivitas warga kerap terganggu.
“Kalau banjir seperti ini nyaris tidak bisa melakukan kegiatan karena sungainya meluap. Saat air surut, warga biasanya menyeberang menggunakan getek,” kata Riyanto.
Salah satu warga, Cipto Wardoyo (54), mengatakan sejak sekitar tahun 1980 masyarakat di wilayah tersebut menyeberang menggunakan rakit bambu.
“Dulu nyeberangnya pakai getek dari bambu. Terima kasih sudah dibuatkan jembatan dari negara,” ujarnya.






