Warga Bandar Lampung Soroti Banjir yang Terus Berulang

BANDARLAMPUNG – (PeNa), Banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung pada Jumat (6/3/2026) memicu keluhan warga. Mereka menilai banjir bukan lagi peristiwa baru, melainkan masalah lama yang terus berulang setiap kali hujan deras turun.

Sejumlah warga menilai persoalan banjir di Bandar Lampung belum memiliki solusi nyata. Genangan air yang selalu muncul saat hujan deras membuat masyarakat merasa penanganan yang dilakukan selama ini belum menyentuh akar masalah.

Bacaan Lainnya

Andi (34), warga Kecamatan Rajabasa, mengatakan banjir hampir selalu terjadi setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Menurutnya, air dengan cepat naik dan masuk ke kawasan permukiman warga.

“Kalau hujan deras seperti ini pasti banjir. Air cepat sekali naik sampai ke jalan dan masuk ke rumah warga,” kata Andi.

Ia menilai hingga kini belum terlihat upaya serius yang benar-benar mampu mengatasi persoalan banjir di Bandar Lampung. Kondisi tersebut membuat warga merasa banjir seolah menjadi rutinitas setiap musim hujan.

“Sejauh ini belum ada solusi yang benar-benar terasa. Setiap hujan deras pasti banjir,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Rina, warga Kecamatan Sukarame. Ia mengaku sudah terbiasa menghadapi genangan air yang masuk ke lingkungan tempat tinggalnya setiap kali hujan deras mengguyur kota.

“Setiap hujan deras ya begini. Kami paling hanya membersihkan barang-barang yang masih bisa dipakai,” kata Rina.

Menurutnya, banjir yang terus berulang seharusnya menjadi pelajaran bagi pemerintah daerah untuk menyusun solusi jangka panjang agar masalah tersebut tidak terus terjadi setiap tahun.

Warga lainnya, Yanto dari Kecamatan Tanjung Senang, menilai kerusakan lingkungan di kawasan perbukitan menjadi salah satu faktor yang memperparah banjir di Kota Bandar Lampung.

“Saya lihat di daerah perbukitan seperti Kemiling dan sekitarnya sudah tidak hijau lagi. Banyak perumahan sekarang,” ujar Yanto.

Ia juga menyoroti proses perizinan pembangunan perumahan serta aktivitas penggerusan bukit yang dinilai harus diawasi lebih ketat agar tidak memperparah potensi banjir di wilayah kota.

“Mau bikin perumahan kan mesti izin. Hasil surveinya bagaimana, sesuai tidak. Daerah potensi banjirnya bagaimana, drainasenya seperti apa. Banyak juga bukit yang digerus, gimana izinnya,” katanya.

Banjir Rendam Sejumlah Wilayah Kota

Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung sejak siang hingga sore hari pada Jumat (6/3/2026) menyebabkan banjir di sejumlah wilayah kota.

Beberapa kecamatan yang dilaporkan terdampak antara lain Rajabasa, Kedaton, dan Sukarame. Air menggenangi jalan utama hingga masuk ke permukiman warga dengan ketinggian bervariasi.

Dari sejumlah video yang beredar di media sosial, banjir juga menyebabkan tembok sebuah sekolah ambruk akibat derasnya aliran air. Genangan juga sempat menutup jalur masuk menuju pintu Tol Kota Baru.

Di sejumlah kawasan permukiman, ketinggian air dilaporkan mencapai puluhan sentimeter hingga setinggi pinggang orang dewasa sehingga aktivitas warga dan kendaraan sempat terganggu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung juga melaporkan adanya korban akibat banjir tersebut. Tiga orang dilaporkan hanyut terseret arus, satu orang ditemukan meninggal dunia, sementara dua lainnya masih dalam proses pencarian tim gabungan.

Sumber: Keterangan warga, BPBD Provinsi Lampung, dan pantauan lapangan, Jumat (6/3/2026).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *