Dapur MBG Disebut Milik Gubernur Lampung Disidak BGN, IPAL Dinilai Tak Standar

BANDARLAMPUNG – (PeNa), Beredar di media sosial TikTok @urban_daily video sidak Wakil Kepala Bidang Operasional Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Kelurahan Bumi Waras, Bandarlampung.

Dalam unggahan itu disebut dapur MBG tersebut milik Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.

Bacaan Lainnya

Video inspeksi mendadak (sidak) itu diupload pada Rabu (25/2/1016) dan cepat menyedot perhatian publik. Sony Sonjaya terlihat meninjau langsung Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Bumi Waras. Ia tak hanya mengecek fasilitas dapur, tetapi juga membedah sistem pengolahan limbah.

Begitu tiba di lokasi, Sony langsung menuju Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Di titik itu, ia menghentikan langkah dan menilai sistem pembuangan belum sesuai standar operasional.

“Ya dengerin ya, IPAL kayak gini… ini nggak bener nih. Bikin pintu ya, empat tutup yang bisa dibuka-tutup begini. Jangan sampai ada pencemaran lingkungan gara-gara ini ya,” tegasnya kepada petugas.

IPAL Jadi Sorotan, Standar Dapur Ikut Diperiksa

Menurutnya, IPAL bukan sekadar saluran air mengalir. Harus ada sistem penyaring dan kontrol yang jelas agar limbah dapur tidak mencemari lingkungan sekitar.

“IPAL itu harus bisa dikontrol. Ada penyaring nggak di sini? Kalau ini kan cuma air ngalir begitu saja, nggak ada bedanya. Ini bukan IPAL. Harusnya sudah dikerjakan sebelum operasional, bukan nanti. Ini udah operasional baru diperbaiki,” cetus Sony.

Meski demikian, ia juga memberi apresiasi pada beberapa fasilitas dapur. Penggunaan tabung gas 50 kilogram dinilai sudah sesuai standar keamanan untuk operasional skala besar.

“Ini gas lima puluh kilo… ini bagus. Keren. Mana gas asal-asalan gas dua belas kilo. Ini kayak gini standarnya. AC, gas, instalasinya bagus,” ujarnya.

Dari IPAL ke Gudang Dingin, Semua Dicek

Pengecekan berlanjut ke ruang penyimpanan dingin (cold storage). Di sana, Sony kembali mengingatkan soal disiplin pengelolaan bahan baku. Ia meminta stok tidak ditumpuk terlalu lama agar kualitas makanan untuk anak-anak tetap terjaga.

“Suhunya bagus. Cek ya jangan sampai ada yang busuk ya. Jangan ada yang busuk nih. Stok secukupnya, misalkan untuk seminggu. Jangan sampai sebulan kadaluarsa di sini,” tambahnya.

Sidak ini menjadi sorotan karena dikaitkan dengan informasi yang beredar bahwa dapur tersebut milik Gubernur Lampung.

Terlepas dari itu, BGN menegaskan pengawasan dilakukan untuk memastikan program MBG berjalan sesuai standar—baik dari sisi keamanan pangan maupun dampak lingkungannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *