Dari Dapur ke Ruang Tamu, Hampers Lokal Bandar Lampung Jadi Simbol THR Penuh Makna

BANDARLAMPUNG — (PeNa), Menjelang Idul Fitri, pilihan berbagi tak lagi melulu soal amplop berisi uang. Di sejumlah sudut Kota Bandar Lampung, hampers justru menjelma simbol perhatian yang lebih personal dan berkesan.

Tradisi Tunjangan Hari Raya (THR) selama ini identik dengan uang tunai. Namun, sebagian warga mulai mencari cara lain agar momen berbagi terasa lebih hangat tanpa mengurangi nilai makna silaturahmi.

Bacaan Lainnya

Bagi mereka, hampers bukan sekadar bingkisan. Kemasan yang estetik, pilihan isi yang beragam, hingga sentuhan personal menjadikannya medium untuk menyampaikan rasa terima kasih dan kedekatan emosional.

Salah satu perajin hampers di Bandar Lampung, Fitri Amalia (42), mengaku pesanan tahun ini sudah berdatangan bahkan sebelum Ramadhan dimulai. Ia sengaja membuka order lebih awal demi memastikan kualitas dan kelengkapan bahan.

“Kita sudah fitting dari jauh-jauh hari sebelum Ramadhan, karena stok barang isian hampers itu kan beragam ya. Kalau lebih awal masih lengkap itemnya dan belum terlalu antre di grosiran,” ujar Fitri, Jumat (27/2).

Ia menambahkan, persiapan dini membuat proses produksi lebih terukur. “Jadi pas open order stok barang kita sudah siap, tinggal making-making saja ya,” kata Fitri.

Dalam satu musim Lebaran, Fitri bisa memproduksi hampir 500 paket hampers dengan berbagai ukuran. Harga yang ditawarkan berkisar Rp100.000 hingga Rp1.000.000, tergantung jenis kemasan dan isi yang dipilih pelanggan.

Usaha yang dirintis tiga tahun terakhir itu sepenuhnya mengandalkan pemasaran digital. Isinya pun beragam, mulai dari kue kering, sembako, hingga makanan dan minuman ringan yang disesuaikan dengan kebutuhan pembeli.

Desfita (35), salah satu pelanggan, mengaku lebih memilih hampers dibandingkan uang tunai sebagai THR. Menurut dia, bingkisan terasa lebih sopan dan memberi kesan perhatian yang tulus.

“Saya biasa kasih ke teman, kerabat, dan beberapa karyawan. Cakep, estetik, kesannya mewah dan enggak norak sih. Itu saja, dikasih ke siapa saja pantas ya,” tutur Desfita.

Setiap tahun, Desfita memesan lebih dari 25 paket untuk dibagikan. Baginya, hampers bukan sekadar tren musiman, melainkan cara sederhana menjaga hubungan baik tanpa harus terjebak pada nominal uang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *