Empat Hari Disisir, Adit Ditemukan 20 Km dari Lokasi Awal

TANGGAMUS – (PeNa), Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Adit (13), korban tenggelam di Pekon Sinar Banten, Talang Padang, Kamis malam.
Remaja itu ditemukan meninggal dunia setelah empat hari pencarian intensif.

Sejak hari pertama, tim menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet. Pada hari ketiga, area pencarian diperluas hingga radius sembilan kilometer dari lokasi awal kejadian.

Bacaan Lainnya

Hujan deras sempat mengguyur wilayah pencarian pada sore hari. Tim menghentikan operasi sementara pukul 17.00 WIB demi keselamatan personel, lalu melanjutkannya kembali keesokan pagi.

Memasuki hari keempat, tim memfokuskan penyisiran ke arah hilir sungai. Petugas menggunakan rubber boat dan memeriksa titik-titik yang dicurigai menjadi lokasi tersangkutnya korban.

Sekitar pukul 18.30 WIB, warga melaporkan penemuan jenazah di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu. Lokasinya berjarak sekitar 20 kilometer dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.

Tim SAR gabungan segera bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Pringsewu guna proses identifikasi oleh pihak keluarga.

Pukul 19.30 WIB, keluarga memastikan jenazah tersebut adalah Aditya atau Adit. Kepastian itu mengakhiri pencarian yang menyita perhatian warga sejak awal pekan.

Dantim Rescuer Pos SAR Tanggamus, Nico, mengatakan operasi berjalan sesuai rencana. “Seluruh unsur SAR gabungan telah bekerja maksimal sesuai prosedur sejak hari pertama,” ujarnya.

Nico menambahkan, tim melakukan penyisiran permukaan sungai hingga Bendungan Way Bedeng. “Cuaca sempat menjadi kendala, namun koordinasi tetap solid sampai korban ditemukan,” katanya.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup. Seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing setelah menjalankan tugas kemanusiaan tersebut.

Operasi ini melibatkan BPBD, Satpol PP, Damkar Tanggamus, aparat TNI-Polri, perangkat pekon, serta masyarakat setempat. Kebersamaan mereka menjadi kunci dalam proses pencarian.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan. Pengawasan terhadap anak-anak dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *