BANDARLAMPUNG – (PeNa), Di beberapa ruas jalan Lampung, lubang dan aspal terkelupas kerap muncul tiba-tiba, membuat pengendara harus mengerem mendadak, menepi, atau menantang risiko jatuh demi melanjutkan perjalanan harian.
Keresahan itu ditangkap Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Lampung yang mendorong pemerintah membentuk satuan tugas khusus pemantau jalan rusak, agar potensi kecelakaan bisa dicegah sejak tanda-tanda awal muncul.
Ketua SMSI Lampung, Donny Irawan, menilai kerusakan jalan telah lama membebani warga, karena bahaya tidak hanya mengintai pengendara dewasa, melainkan juga anak-anak, pelajar, hingga ibu rumah tangga.
“Tujuannya untuk menghindari korban jatuh, baik anak-anak, pelajar, maupun ibu-ibu. Bahkan ada yang sampai meninggal dunia akibat jalan rusak,” ujar Donny dalam keterangannya, Sabtu (14/2/2026).
Ia memandang Lampung sebagai etalase wilayah yang semestinya menghadirkan rasa aman bagi setiap orang yang melintas, sehingga kualitas infrastruktur jalan tidak boleh dibiarkan merosot tanpa respons cepat.
Keberadaan satgas, menurut Donny, dapat mempercepat pendataan titik rawan, memantau kerusakan secara berkala, serta mendorong perbaikan lebih cepat sebelum jalan menjadi sumber kecelakaan berulang.
Donny juga mengingatkan pemerintah agar menempatkan perbaikan jalan sebagai prioritas anggaran, dibanding proyek lain yang belum mendesak dan berpotensi menimbulkan kritik di tengah keresahan warga.
“Sebagai etalase Lampung, seharusnya kondisi jalan tidak ada lagi yang rusak. Sebaiknya anggaran difokuskan untuk perbaikan jalan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ketua SMSI berharap gagasan pembentukan satgas pemantau jalan rusak segera ditindaklanjuti, sehingga keselamatan pengguna jalan di Lampung tidak lagi bergantung pada keberuntungan semata.






