Kapal Bocor Diterjang Cuaca Buruk, 5 Nelayan Selamat

Lampung Timur – (PeNa), Detik-detik menegangkan dialami lima nelayan asal Lampung saat kapal yang mereka tumpangi mengalami kebocoran di perairan sekitar Pulau Segama, Lampung Timur. Beruntung, tim SAR bergerak cepat dan berhasil mengevakuasi seluruh korban dalam kondisi selamat, Selasa (20/1/2026).

Peristiwa itu terjadi saat kapal nelayan bertolak dari Pelabuhan Bakauheni. Cuaca buruk yang tiba-tiba memburuk membuat kapal tak mampu bertahan, hingga akhirnya mengalami kebocoran di tengah laut.

Bacaan Lainnya

Informasi kejadian diterima Kantor SAR Lampung melalui laporan dari Polairud sekitar pukul 08.20 WIB. Tanpa menunggu lama, Tim Rescue Pos SAR Bakauheni langsung meluncur menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 46 mil laut dari dermaga.

Setelah menempuh perjalanan berjam-jam di tengah kondisi laut yang tidak bersahabat, tim SAR gabungan akhirnya tiba di titik lokasi sekitar pukul 13.15 WIB. Proses evakuasi pun langsung dilakukan.

Operasi penyelamatan melibatkan berbagai unsur SAR, mulai dari Sat Polairud Lampung Selatan, Dit Polairud Polda Lampung, hingga dukungan keluarga korban yang terus memantau dari darat.

Lima nelayan yang menjadi korban diketahui bernama Muktar (55), Kadir (40), Samsul (38), Saldi (40), dan Yantok (40).

Seluruhnya berhasil dievakuasi dengan selamat dan tiba kembali di Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 16.58 WIB sebelum akhirnya dijemput oleh keluarga masing-masing.

Kepala Kantor SAR Lampung yang diwakili Dantim Rescue Pos SAR Bakauheni, Restu Abdila, menegaskan keberhasilan operasi ini berkat respon cepat tim di lapangan.

“Begitu menerima informasi, kami langsung bergerak menuju lokasi kejadian dan melaksanakan operasi SAR. Alhamdulillah seluruh korban berhasil kami evakuasi dalam keadaan selamat,” ujarnya.

Setelah seluruh korban diserahkan kepada pihak keluarga, operasi SAR resmi dihentikan pada pukul 17.25 WIB. Basarnas kembali mengingatkan para nelayan untuk selalu memastikan kondisi cuaca serta kesiapan kapal sebelum melaut demi menghindari risiko kecelakaan di laut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *