BANDARLAMPUNG – (PeNa), Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana berbeda. Aktivitas tetap berjalan seperti biasa, sementara tubuh harus beradaptasi dengan perubahan pola makan dan waktu istirahat yang tak seperti hari-hari sebelumnya.
Tak sedikit orang mengeluh lemas, mengantuk, bahkan sulit berkonsentrasi saat berpuasa. Padahal, dengan pola hidup yang tepat, tubuh tetap bisa segar dan prima dari sahur hingga waktu berbuka tiba.
Kunci pertama ada pada sahur. Pilih makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cukup cairan. Menu seperti nasi merah, telur, sayur, buah, dan air putih membantu energi bertahan lebih lama.
Hindari makanan terlalu manis atau tinggi minyak saat sahur maupun berbuka. Konsumsi berlebihan justru membuat tubuh cepat lelah dan mengantuk, sehingga produktivitas menurun sepanjang hari.
Selain asupan makanan, pola tidur juga berperan penting. Usahakan tetap mendapatkan waktu istirahat yang cukup meski harus bangun lebih awal untuk sahur. Tidur berkualitas membantu tubuh memulihkan energi secara optimal.
Olahraga ringan tetap dianjurkan selama Ramadan. Cukup lakukan peregangan, yoga ringan, atau jalan santai selama 20–30 menit setelah berbuka agar metabolisme tubuh tetap terjaga tanpa menguras tenaga.
Tak kalah penting, jaga kesehatan mental dan emosi. Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran. Pikiran yang tenang membuat tubuh terasa lebih ringan dan bugar.
Dengan disiplin menjaga pola makan, istirahat cukup, serta aktivitas fisik yang teratur, masyarakat dapat menjalani puasa dengan nyaman. Ramadan pun menjadi momen penuh makna tanpa harus mengorbankan kebugaran tubuh.






