BANDARLAMPUNG – (PeNa), Menahan lapar dan haus selama berjam-jam membuat tubuh bekerja lebih keras dari biasanya. Tak sedikit pengendara yang mengaku lebih cepat lelah, mudah mengantuk, bahkan sulit fokus saat berada di balik kemudi.
Situasi ini menjadi tantangan tersendiri, terutama menjelang waktu berbuka. Jalanan yang padat dan pengendara yang terburu-buru kerap memicu risiko kecelakaan meningkat.
Agar tetap aman selama menjalankan ibadah puasa, ada beberapa kiat sederhana yang bisa diterapkan pengendara.
Pertama, pastikan kondisi tubuh benar-benar siap sebelum berkendara. Sahur dengan asupan bergizi seimbang dan cukup cairan membantu menjaga energi lebih stabil sepanjang hari. Jika merasa pusing, lemas, atau mengantuk, sebaiknya tunda perjalanan atau beristirahat sejenak.
Kedua, atur waktu perjalanan dengan bijak. Hindari kebiasaan berangkat mepet waktu berbuka yang membuat Anda tergesa-gesa. Berangkat lebih awal memberi ruang untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi di jalan.
Ketiga, jaga emosi dan kendalikan diri. Puasa sejatinya melatih kesabaran. Saat menghadapi kemacetan atau pengendara lain yang kurang tertib, tetaplah tenang dan fokus pada keselamatan diri sendiri.
Keempat, patuhi aturan lalu lintas dan gunakan perlengkapan keselamatan secara lengkap. Helm berstandar, sabuk pengaman, serta menjaga jarak aman menjadi langkah sederhana yang berdampak besar.
Terakhir, kenali batas kemampuan diri. Jika perjalanan jauh tak bisa dihindari, sempatkan istirahat setiap beberapa jam untuk meregangkan tubuh dan memulihkan konsentrasi.
Puasa bukan alasan untuk lengah. Dengan kondisi fisik terjaga, waktu yang terencana, dan sikap berkendara yang disiplin, perjalanan di bulan Ramadan bisa tetap aman, nyaman, dan penuh berkah.






