BANDARLAMPUNG — (PeNa), Polda Lampung menyiagakan ribuan personel untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik selama periode Mudik 2026. Total 4.232 personel gabungan diterjunkan untuk mengawal mobilitas masyarakat di seluruh wilayah Lampung.
Pengamanan tersebut diperkuat dengan 92 pos pengamanan yang tersebar di berbagai titik strategis. Pos tersebut terdiri dari 57 Pos Pengamanan (Pos Pam), 17 Pos Pelayanan (Pos Yan), 2 Pos Terpadu dan 16 Posko Bencana yang ditempatkan di jalur utama, pusat keramaian hingga wilayah yang diprediksi rawan gangguan keamanan.
Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan, seluruh pos tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengamanan, tetapi juga memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
“Seluruh pos yang kami dirikan menjadi pusat pelayanan dan pengamanan bagi masyarakat. Kami ingin memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib dan lancar,” kata Helfi Assegaf.
Pos Pengamanan difungsikan sebagai pusat informasi dan pengawasan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas maupun potensi kriminalitas.
Sementara Pos Pelayanan disiapkan sebagai tempat istirahat bagi pengemudi yang kelelahan serta menyediakan layanan kesehatan bagi pemudik.
Pengamanan Mudik Terpadu di Lampung
Selain itu, Polda Lampung juga menyiapkan dua Pos Terpadu yang mengintegrasikan pelayanan lintas instansi dengan fungsi K3I (Kendali, Komunikasi, Koordinasi dan Informasi) guna mempercepat penanganan situasi di lapangan.
“Penempatan seluruh pos ini dilakukan berdasarkan analisis kerawanan wilayah, baik potensi kemacetan, kecelakaan lalu lintas maupun gangguan keamanan lainnya,” ujar Helfi.
Tidak hanya fokus pada pengamanan lalu lintas, aparat juga mengantisipasi potensi bencana alam yang bisa mengganggu jalur mudik. Untuk itu, 16 Posko Bencana disiapkan sebagai pusat kendali dan koordinasi jika terjadi kondisi darurat seperti banjir, longsor maupun gempa.
“Kami ingin seluruh potensi gangguan bisa diantisipasi sejak dini, termasuk kemungkinan bencana alam yang dapat memengaruhi perjalanan masyarakat,” jelasnya.
Dalam operasi pengamanan ini, 2.701 personel berasal dari jajaran Polda Lampung dan Polres, sementara 1.527 personel lainnya merupakan dukungan dari berbagai instansi seperti TNI, Dishub, Satpol PP, Basarnas, BPBD, Damkar, PMI hingga instansi transportasi seperti ASDP, Pelindo dan Angkasa Pura.
Selain itu, pengamanan juga diperkuat dengan 4 personel BKO Poludara Korpolairud Baharkam Polri yang membantu pengawasan dari udara.
“Kami mengedepankan sinergi lintas instansi. Dengan kekuatan 4.232 personel ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan rasa aman dan nyaman,” tegas Helfi.






