Dirjend Panen Perdana Ikan King Kobia Di Padang Cermin

PESAWARAN-(PeNa), Direktort Jenderal (Dirjend) Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan bersama nelayan lakukan panen perdana ikan King Kobia di Desa Durian Kecamatan Padang Cermin, Kamis (20/02/2020).
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto mengatakan bahwa Kabupaten Pesawaran telah ditunjuk menjadi sentra budidaya ikan King Kobia.
“Ikan king kobia ini adalah komoditas tambahan untuk dibudidayakan, dan di Kabupaten Pesawaran telah ditunjuk sebagai Centra pengembangan budidaya ikan king kobia, bahkan pak Mentri beberapa waktu lalu telah melaunchingnya,” kata dia.
Menurutnya, Pesawaran merupakan daerah yang konsisten melakukan pengembangan terhadap ikan King Kobia.
“Ikan ini sebenarnya sudah mulai dikembangkan dan dibudidaya sejak mulai tahun 2006 dan di Pesawaran, khususnya di Desa Durian ini, merupakan daerah yang konsisten terus melakukan pengembangan budidaya, sehingga bisa panen ikan king kobia,” ujar di.
Atas konsistennya para pembudidaya ikan tersebut, maka Pemerintah pusat melalui kementriannya akan terus mendukung dan mensuport Kabupaten Pesawaran menjadi lebih populer akan industri perikanannya.
“Selain menjadi sentra pengembangan ikan King Kobia, kita juga akan tata mulai dari Ringgung, Sidodadi hingga desa Durian untuk dijadikan kawasan kuliner olahan ikan hasil budidaya, agar perekonomian warga bisa berjalan, dan kami juga berharap pengembangan King Kobia bisa berjalan sukses di Pesawaran dan Nasional,” tutur dia.
Menanggapinya, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menyampaikan terimakasih kepada seluruh elemen yang telah berpartisipasi terhadap pengembangan budidaya ikan King Kobia.
“Pesawaran ditunjuk jadi sentra ikan King Kobia se-Indonesia ini membuktikan sumber daya alam kita sungguh luar biasa, makanya saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah pusat, BBPBL Lampung dan stakeholder lainnya yang telah berpartisipasi aktif membantu proses pengembangan ikan king kobia di Pesawaran,” kata Dendi.
Ia berharap Pesawaran bukan hanya dijadikan sentra pengembangan ikan kobia, tapi juga sekaligus industri pengolahannya.
“Ikan king kobia ini kan belum begitu trend, makanya saya juga minta kepada Dinas Perikanan untuk bisa mensosialisasikan ikan jenis ini di masyarakat, dan saya juga minta agar masyarakat saya bisa diajari cara pengolahan ikan king kobia sehingga nanti bisa ada industri rumahannya di Pesawaran,” ujar dia.
Terpisah, Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung Ujang Komarudin menyatakan bahwa, untuk bisa memenuhi kebutuhan ikan king kobia, pihaknya siap untuk mendistribusikan benih ikan King Kobia kepada Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan).
“Mulai tahun lalu (2019) kita mendistribusikan benih ikan king kobia sebanyak 32 ribu ekor, dan bisa mendapatkan panen sebanyak 76 ton ikan king kobia dan rencananya tahun ini (2020) kita akan distribusikan kembali benih ikan king kobia sebanyak 40 ribu ekor untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasar,” kata dia.
Oleh: sapto firmansis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *