Permala Desak Mabes Polri Ambil Alih Dugaan Korupsi Rekrutmen Honorer di Metro

JAKARTA – (PeNa), Persatuan Mahasiswa Lampung Jakarta (Permala) menggelar aksi di Mabes Polri dengan membawa tuntutan agar dugaan korupsi rekrutmen tenaga honorer di Kota Metro segera diusut tuntas, Sabtu (9/5/2026). Dalam aksinya, massa juga mendesak aparat penegak hukum memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Tengah, Welly Adiwantra.

Permala menilai dugaan praktik korupsi tersebut terjadi saat Welly Adiwantra menjabat sebagai Kepala BKPSDM Kota Metro. Kini, Welly diketahui menjabat sebagai Sekda Lampung Tengah.

Bacaan Lainnya

Koordinator aksi Permala menyebut dugaan penyimpangan dalam proses rekrutmen honorer menjadi pukulan terhadap integritas birokrasi di Lampung. Menurut mereka, proses penerimaan pegawai seharusnya berjalan berdasarkan asas meritokrasi dan keadilan, bukan malah diduga dijadikan ruang praktik korupsi.

“Rekrutmen tenaga honorer seharusnya transparan dan adil. Jika ada praktik menyimpang, maka itu telah mencederai kepercayaan masyarakat,” ujar perwakilan Permala dalam pernyataan sikapnya.

Dalam aksinya, Permala juga menyoroti lambannya penanganan kasus oleh aparat penegak hukum di daerah. Mereka menilai hingga kini belum terlihat langkah serius untuk mengusut dugaan keterlibatan pihak-pihak terkait.

Menurut Permala, kondisi tersebut memunculkan kecurigaan publik adanya dugaan pembiaran hingga potensi intervensi politik dalam proses penegakan hukum.

Atas dasar itu, Permala meminta Mabes Polri turun tangan dan mengambil alih penanganan perkara guna menjamin independensi serta transparansi proses hukum.

Selain itu, mereka juga mendesak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Lampung segera mengeluarkan hasil audit terkait dugaan korupsi rekrutmen tenaga honorer di Kota Metro.

Tak hanya itu, massa aksi turut meminta evaluasi terhadap kinerja Kapolda Lampung. Mereka menilai penanganan kasus tersebut belum menunjukkan ketegasan yang diharapkan publik.

“Jika aparat penegak hukum tidak segera menunjukkan langkah konkret dan transparan, maka kecurigaan publik terhadap adanya kongkalikong dan intervensi politik akan semakin kuat,” tegas mereka.

Permala menyatakan akan terus mengawal kasus tersebut hingga dugaan korupsi rekrutmen honorer di Kota Metro dibongkar secara terang benderang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *