Sosok Brigpol Arya Supena di Mata Rekan: Pendiam, Tulus dan Tak Pernah Mengeluh

BANDARLAMPUNG – (PeNa), Kepergian Brigpol Arya Supena meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya di Polda Lampung. Polisi berpangkat Brigadir itu dikenal sebagai sosok sederhana, pendiam, namun memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.

Arya gugur usai ditembak pelaku curanmor saat memergoki aksi pencurian motor di kawasan Kedaton, Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026) pagi. Keberaniannya menghadapi pelaku bersenjata api membuat banyak rekannya tak menyangka.

Bacaan Lainnya

Di balik sosoknya sebagai anggota Direktorat Intelkam Polda Lampung, Arya dikenal sebagai pribadi yang santun dan rendah hati. Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua anak laki-laki.

Rekan sekantornya, Nasrul, mengaku sangat kehilangan atas kepergian Arya. Ia menyebut almarhum merupakan salah satu anggota paling baik yang pernah dikenalnya selama bertugas.

“Orang paling baik kak, paling sopan sama yang lebih senior. Nggak pernah ngeluh,” kata Nasrul saat ditemui di RS Bhayangkara Polda Lampung.

Nasrul mengaku masih sulit mempercayai sahabat dekatnya itu meninggal dunia secara tragis saat berusaha menggagalkan aksi kejahatan.

“Masih nggak nyangka aja seberani itu dia kak,” ujarnya lirih.

Dikenal Pendiam dan Rajin Ibadah

Menurut Nasrul, dirinya sudah mengenal Arya sejak 2014 saat almarhum masuk Direktorat Intelkam Polda Lampung bersama 10 anggota lainnya. Arya diketahui merupakan leting 38, sementara Nasrul berbeda angkatan.

“Udah kenal kurang lebih 12 tahun kak, dari 2014. Dia masuk intel tahun itu juga,” jelasnya.

Di mata rekan-rekannya, Arya merupakan sosok yang jarang bicara namun sangat disiplin dalam bekerja dan rajin beribadah.

“Dari 10 orang yang masuk intel bareng dia, yang paling pendiem cuma almarhum. Orangnya lurus banget kak,” ungkap Nasrul.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf turut menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Brigpol Arya Supena saat menjalankan tindakan kepolisian.

“Saya tegaskan, kita akan melakukan tindakan tegas. Karena para pelaku ini sudah berani menggunakan senjata api, maka tidak ada toleransi bagi mereka,” kata Helfi.

Kapolda memastikan tim gabungan saat ini masih memburu para pelaku penembakan yang diduga merupakan komplotan curanmor bersenjata api.

“Seluruh jajaran sedang melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku,” ujarnya.

Peristiwa penembakan itu terjadi saat Brigpol Arya selesai melaksanakan piket di Direktorat Intelkam Polda Lampung dan singgah di sebuah toko di kawasan Kedaton. Saat berada di lokasi, Arya memergoki dua pelaku yang diduga tengah mencuri sepeda motor.

Ketika korban menegur pelaku, salah satu pelaku langsung mengeluarkan senjata api dan menembak ke arah kepala korban. Usai menembak, kedua pelaku melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran polisi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *