P E S A W A R A N -(PeNa), Ongkos angkut hasil pertanian jadi lebih murah karena akses transportasi jadi mudah, setelah Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona resmikan Jembatan Way Sekampung Desa Pujo Rahayu – Lumbirejo Kecamatan Negeri Katon, Senin (25/11/2024).
Jembatan Way Sekampung sangat menunjang aktifitas masyarakat sekitar, terutama warga Desa Pujo Rahayu-Desa Lumbirejo dan sekitarnya yang kini menjadi lebih mudah cepat dan dekat. Aktifitas yang dimaksud diantaranya dalam mengangkut hasil pertanian, perdagangan, anak-anak bersekolah hingga kegiatan sosial masyarakat setempat.
“Masyarakat tentu jadi merasa terbantu dan bersyukur, ini sudah kami tunggu lama dan akhirnya dapat terealisasi, panen jadi mudah bisa pangkas ongkos mobil dari Rp300 ribu jadi Rp150 ribu karena jadi lebih cepet,” kata Jumri, warga Desa Pujo Rahayu.
Ia bersama masyarakat lainnya sebelumnya merasa kesulitan karena jembatan yang ada masih seadanya yang terbuat dari bambu dan kecil sehingga tidak mampu menahan beban ketika membawa hasil pertanian dimusim panen.
“Warga kerap merasa kesulitan dalam mengangkut hasil panen jagung dan singkong, sehingga memerlukan biaya angkut yang besar karena harus melewati akses jalan yang lebih jauh. Terima kasih Pak Bupati, telah membangun jembatan ini semoga selalu sehat dan terus membangun untuk kesejahteraan masyarakat yang lebih luas,” tutur dia.
Pada kegiatan tersebut, hadir juga Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran Achmad Rico Julian, Asisten Ekobang Marzuki, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kepala desa setempat dan sejumlah tokoh masyarakat yang ada.
Dalam sambutannya, Bupati Dendi menekankan pentingnya jembatan tersebut sebagai penggerak pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat.
“Keberadaan Jembatan Way Sekampung diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas antar wilayah, mengurangi waktu perjalanan dan biaya transportasi. Selain itu, jembatan ini juga mendukung distribusi barang dan jasa secara lebih efektif, serta menunjang kegiatan pendidikan dan sosial-budaya,” kata Bupati Dendi.
Menurutnya, pembangunan jembatan sepanjang 80 meter ini bukanlah pekerjaan mudah, mengingat prosesnya memerlukan tiga tahap penganggaran. Ia menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pesawaran atas desain dan pelaksanaan proyek ini.
“Jembatan Way Sekampung dirancang dengan struktur komposit beton dan baja, memiliki panjang 80 meter lebar 9 meter, tinggi bebas 5,1 meter, dan diklasifikasikan sebagai Jembatan Kelas A yang menjadikannya yang terpanjang dan terbesar di Kabupaten Pesawaran,” ujar dia.
“Saya lega menjelang akhir masa jabatan dapat meresmikan jembatan ini. Saat pertama kali menjabat pada 2016, kondisi akses sangat memprihatinkan. Kini, masyarakat tidak lagi was-was saat melintas,” tegas Dendi.
Menanggapinya, Kepala Desa Pujo Rahayu Apri Budi Hartono menyampaikan rasa syukurnya atas realisasi pembangunan jembatan yang telah lama dinanti. Untuk itu, ia meminta masyarakat untuk dapat memanfaatkannya untuk memperkuat konektivitas sentra usaha guna menggeliatkan pergerakan ekonomi masyarakat.
“Setelah sejak lama, akhirnya impian masyarakat terwujud. Kini akses lebih mudah, biaya lebih hemat, dan keamanan lebih terjamin. Ini adalah perjuangan luar biasa, kita semua harus bisa merawatnya,” kata dia.
Kemudian, Kepala Desa Lumbirejo Ridho juga menambahkan bahwa penting bagi masyarakat untuk menjaga keberlanjutan fasilitas ini. Untuk itu ia mengajak masyarakat untuk merawat jembatan ini agar manfaatnya dapat terus dirasakan hingga jangka panjang.
“Mari kita rawat dan jaga fasilitas ini sebagai bentuk kepedulian bersama sehingga dapat bertahan lama dan terus bisa mempermudah akses masyarakat untuk melintas,” tutur dia.
Plh. Camat Negeri Katon, Data Trianda, menjelaskan bahwa sebelumnya masyarakat hanya bisa menggunakan jembatan gantung yang hanya dapat diakses oleh kendaraan roda dua untuk melintas.
“Sementara untuk kendaraan roda empat terpaksa harus mengambil rute lain yang memiliki jarak tempuh yang lebih jauh serta menyita waktu,” kata dia.
oleh: Sapto firmansis






