BANDARLAMPUNG – (PeNa), Aksi grebek sungai digelar serentak di sejumlah titik rawan banjir di Kota Bandar Lampung. TNI turun langsung menyasar akar persoalan, mulai dari tumpukan sampah hingga talut sungai yang jebol.
Kegiatan yang dimulai sejak Sabtu, 18 April 2026 ini menjadi respons cepat pascabanjir yang sebelumnya melanda sejumlah wilayah. Kodim 0410/Kota Bandar Lampung mengerahkan personel gabungan, termasuk dari Yonif TP 848 dan Yonif TP 943, untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Sebanyak enam titik disisir dalam operasi ini. Tiga titik berada di Kelurahan Kedaton, dua titik di Jagabaya, dan satu titik di Garuntang, Bumi Waras. Seluruh lokasi tersebut selama ini dikenal sebagai wilayah rawan banjir saat curah hujan tinggi.
Di lapangan, personel terlihat mengangkat puing-puing talut yang roboh ke dalam sungai, membersihkan sampah yang menyumbat aliran, hingga mengeruk sedimen yang mengendap. Tak hanya itu, mereka juga mulai menyiapkan pondasi baru untuk membangun kembali tanggul yang rusak.
Aksi Cepat TNI Usai Banjir
Komandan Kodim 0410/Kota Bandar Lampung, Kolonel Arm Roni Hermawan menegaskan, kegiatan grebek sungai ini merupakan langkah konkret TNI dalam merespons dampak banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Saat ini jajaran TNI melalui Kodam II/Sriwijaya, Korem 043/Gatam, hingga Kodim 0410 Kota Bandar Lampung melaksanakan kegiatan grebek sungai sebagai tindak lanjut dan aksi cepat dalam mengatasi dampak banjir,” kata Roni.
Ia menjelaskan, kegiatan dilakukan serentak di beberapa titik agar penanganan bisa berjalan lebih efektif dan hasilnya segera dirasakan masyarakat.
“Kami melaksanakan kegiatan ini di enam sasaran, mulai dari wilayah Kedaton, Jagabaya hingga Garuntang di Bumi Waras. Semua titik kami kerjakan secara bersamaan agar aliran sungai bisa kembali normal dalam waktu cepat,” ujarnya.
Menurut Roni, persoalan utama banjir di Bandar Lampung masih didominasi oleh penyumbatan aliran sungai akibat sampah dan kerusakan struktur penahan air.
“Kami mengangkat puing-puing dari talut yang roboh ke sungai dan juga membersihkan sedimen yang mengendap. Ini penting agar aliran air tidak lagi terhambat saat hujan deras,” jelasnya.
Tak berhenti pada pembersihan, TNI juga mulai menyiapkan perbaikan jangka menengah dengan membangun ulang struktur yang rusak.
“Kami juga menyiapkan pondasi-pondasi tanggul untuk pembangunan kembali talut yang roboh. Jadi tidak hanya bersih, tapi juga lebih kuat menahan debit air ke depan,” tegasnya.
Roni menambahkan, kegiatan ini melibatkan berbagai unsur agar penanganan bisa lebih maksimal dan berkelanjutan.
“Bersama seluruh komponen, kami lakukan pembersihan sungai secara menyeluruh sebagai langkah antisipasi jika curah hujan kembali tinggi, sehingga dampak banjir bisa ditekan,” pungkasnya.






