Lampung Timur – (PeNa), Ribuan pelaku UMKM langsung jadi sorotan di Festival UMKM dan Pasar 1001 Malam di Lapangan Bandar Sribhawono, Jumat (17/4/2026). Sekitar 1.500 UMKM turun ke lapangan, tapi pesan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal lebih tajam: berhenti bergantung, mulai naik kelas dari desa.
Mirza menegaskan, kunci ekonomi Lampung Timur bukan di kota, tapi di desa yang produktif dan mandiri. Ia menilai, jika produk desa mampu bersaing, efeknya langsung terasa—lapangan kerja terbuka dan anak muda tak perlu pergi jauh.
“Kalau produk desa naik kelas, UMKM akan tumbuh. Ketika UMKM tumbuh, lapangan kerja terbuka luas. Dan saat lapangan kerja tersedia di desa, generasi muda tidak perlu merantau jauh. Mereka bisa sukses dari kampung halamannya sendiri,” ujar Mirza.
Data yang disampaikan cukup besar. Ada sekitar 51 ribu UMKM di Lampung Timur yang saat ini jadi penopang ekonomi daerah. Namun Mirza mengingatkan, jumlah besar tanpa kualitas tak cukup. Ia menyoroti lemahnya akses pasar, permodalan, hingga kualitas SDM.
“Kalau SDM-nya perlu ditingkatkan, mari kita lakukan bersama. Kalau akses pasar masih terbatas, kita buka bersama. Jika permodalan menjadi kendala, kita bantu fasilitasi aksesnya.
Pemerintah sudah menghadirkan banyak program, tinggal bagaimana semua pihak ikut bergotong royong mendukung UMKM,” tegasnya.
Ia juga menyinggung momentum sektor pertanian yang mulai menguat, terutama setelah harga padi, jagung, dan singkong membaik. Kondisi ini dinilai jadi peluang besar untuk mendorong UMKM berbasis olahan hasil tani agar punya nilai tambah.
“Sekarang harga padi, jagung, dan singkong semakin baik, sehingga pendapatan petani meningkat. Ini harus kita manfaatkan dengan meningkatkan nilai tambah, salah satunya melalui pengembangan UMKM berbasis hasil pertanian,” katanya.
Bagi Mirza, arah pembangunan Lampung Timur tak boleh setengah-setengah. Ia menekankan, daerah ini harus berani bersaing dengan kekuatan SDM dan inovasi desa.
“Lampung Timur harus bangkit dan menatap masa depan. Kuncinya ada pada SDM yang unggul dan cerdas, terampil, dan mampu mengelola potensi daerahnya. Dengan inovasi dan kreativitas, setiap desa bisa bersaing dan menjadi lebih unggul,” ujarnya.
Di sisi lain, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah memastikan kesiapan daerahnya untuk ikut mendorong program pusat dan provinsi, termasuk pembangunan infrastruktur yang mulai berjalan tahun ini.
“Kami siap menjadi garda terdepan dalam mendukung dan menyukseskan program strategis nasional Bapak Presiden Prabowo Subianto dan program Bapak Gubernur Lampung,” kata Ela.
Festival ini bukan sekadar perayaan HUT ke-27 Lampung Timur. Ini jadi panggung uji: apakah puluhan ribu UMKM benar-benar bisa naik kelas, atau tetap jalan di tempat.






