BANDARLAMPUNG (PeNa) – Amburadulnya penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) di Kabupaten Lampung Tengah mendapat atensi serius dari aparat penegak hukum. Saat ini pihak kepolisian, sedang melakukan pemantauan program.
Sumber PeNa di polres Lampung tengah menyebutkan, saat ini sedang menyelidki dugaan kasus pengadaan bantuan pangan non tunai (BPNT), yang terjadi kecamatan Seputih Mataram.
“Ya, saat ini kita sedang selidiki dugaan kecurangan penyaluran BPNT di kecamatan Seputih Mataram. Dalam waktu dekat, kita akan panggil TKSKnya untuk klarifikasi,” kata salah satu sumber di polres Lampung Tengah, Kamis (9/4).
Salah satu warga KPM, yang namnya engan di sebutkan dalam berita menyebutkan, dalam pendistribusian BPNT di kecamatan Seputih Mataram. Masyarakat tidak bisa memilih kebutuhan pokoknya yang di butuhkan. Mereka sudah menerima bantuan dalam bentuk paket, berupa beras, telur dan sayur. Jika ditotal, nilainya tidak sampai Rp150 ribu.
“KPM sini dapetnya sudah dalam bentuk paket sembako, isinya beras dan telur, buah da sayur. Padahal saat sosialisasi kita boleh memilih kebutuhan pokok yang kita butuhkan apa di e-warong,” kata KPM, sambil mewanti-wanti namnya tidak disebutkan dalam berita.
Sekadar untuk diketahui, Bantuan Pangan Non Tunai adalah bantuan sosial pangan yang disalurkan secara non tunai dari pemerintah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan yang telah bekerja sama dengan Bank Penyalur. Besaran Bantuan Pangan Non Tunai adalah Rp.150.000,-/KPM/ bulan. Bantuan tersebut tidak dapat diambil tunai, dan hanya dapat ditukarkan dengan beras dan/atau telur di e-warong. Apabila bantuan tidak dibelanjakan di bulan tersebut, maka nilai bantuan tetap tersimpan dan terakumulasi dalam Akun Elektronik Bantuan Pangan.
Kuat dugaan, dalam pendistribusian bantuan ini, TKSK ikut bermain dengan pihak suplayer CV Arjuna. Pasalnya, TKSK tidak melaporkan adanya kecurangan tesebut pada satgas pangan. Sementara itu, Wayan Desi TKSK Seputih Mataram, belum bisa di konfirmasi hingga berita ini di turunkan.






