DPO Curanmor Diburu hingga Tangerang, Pelaku 15 Kali Beraksi

BANDARLAMPUNG – (PeNa), Pelarian dua buronan spesialis pencurian sepeda motor (curanmor) asal Lampung Timur akhirnya terhenti. MS (18) dan DN (20) dibekuk polisi di wilayah Jatiuwung, Tangerang, Banten, Minggu (19/4/2026).

Keduanya merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) Satreskrim Polresta Bandar Lampung setelah terlibat serangkaian aksi pencurian motor di wilayah kota.

Bacaan Lainnya

Penangkapan ini terungkap setelah polisi menerima informasi dari Polsek Jatiuwung yang lebih dulu meringkus komplotan curanmor asal Lampung. Hasil identifikasi mengarah pada dua nama buronan.

“Kita dapat informasi Polsek Jatiuwung berhasil menangkap komplotan curanmor asal Lampung. Setelah kita identifikasi, ternyata dua pelaku ini terlibat sejumlah aksi pencurian motor di Bandar Lampung, salah satunya di penginapan di Jalan Gatot Subroto,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, Selasa (29/4/2026).

Polresta Bandar Lampung langsung berkoordinasi dan menjemput MS untuk dibawa ke Lampung. Sementara DN masih ditahan di Polsek Jatiuwung dalam perkara serupa.

Dari hasil pemeriksaan, MS bukan pemain baru. Ia tercatat sudah 15 kali mencuri motor di Bandar Lampung dengan pola beraksi berpindah pasangan.

“Mereka ini berjumlah empat orang dan kerap berganti-ganti pasangan saat melakukan aksinya,” ujar Gigih.

Aksi terakhir komplotan ini terjadi di sebuah penginapan di Jalan Gatot Subroto, Kedamaian, Jumat (3/4) malam. Mereka sempat menguasai motor milik korban berinisial M.I.R.

Namun upaya kabur gagal. Korban yang memergoki kejadian itu langsung mengejar hingga ke kawasan flyover Pasar Tugu. Warga yang melihat kejadian ikut membantu.

Dua pelaku, RMP (18) dan A (17), berhasil diamankan di lokasi. Sementara MS dan DN meloloskan diri dan sempat masuk daftar buron sebelum akhirnya tertangkap di Tangerang.

Kini, MS telah ditahan di Rutan Mapolresta Bandar Lampung untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi masih mengembangkan kasus ini untuk memburu kemungkinan pelaku lain serta jaringan curanmor yang lebih luas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *