Ibu-ibu PKK di Pringsewu Diajak Sulap Jeruk Nipis dan Bunga Telang Jadi Sabun Cuci Piring

PRINGSEWU, (PeNa) – Jeruk nipis, bunga telang, dan daun pandan biasanya hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Di Desa Mataram, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, bahan-bahan lokal itu justru diolah menjadi sabun cuci piring bernilai ekonomi.

Bacaan Lainnya

Ide tersebut diperkenalkan mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) melalui Project Kepemimpinan bertema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemanfaatan Bahan Lokal Menjadi Produk Sabun Bernilai Ekonomi.”

Sebanyak 20 ibu-ibu PKK Desa Mataram dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Mereka tak hanya duduk mendengarkan materi, tetapi langsung diajak mempraktikkan proses pembuatan sabun dari bahan yang relatif mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan alat makan. Setelah itu, peserta masuk ke tahap praktik membuat sabun cuci piring yang diperkenalkan dengan nama BERSERI, singkatan dari Bersih, Sehat, Ramah Lingkungan.

Dua varian diperkenalkan dalam kegiatan tersebut, yakni sabun dengan varian bunga telang dan daun pandan. Sementara jeruk nipis turut digunakan sebagai salah satu bahan dalam proses pengolahannya.

Menariknya, proses produksi BERSERI tidak membutuhkan waktu panjang. Untuk menghasilkan sekitar 2,5 liter sabun, proses pengolahan dapat dilakukan dalam waktu kurang lebih 30 menit.

Setelah jadi, sabun dikemas dalam botol berukuran sekitar 450–500 mililiter. Produk tersebut kemudian diperkenalkan dengan harga jual Rp 7.000 per botol.

Dosen pengampu Project Kepemimpinan, Yessi Budiarti, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa untuk menerapkan kepemimpinan secara langsung di tengah masyarakat.

Mahasiswa, kata Yessi, tidak hanya belajar menyusun dan menjalankan sebuah program, tetapi juga dituntut mampu melihat potensi yang ada di lingkungan masyarakat dan mengembangkannya menjadi kegiatan yang memberikan manfaat.

Dukungan juga datang dari Kepala Desa Mataram, Rahmat Riadi. Ia mengapresiasi mahasiswa PPG UMPRI yang memilih Desa Mataram sebagai lokasi kegiatan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa PPG yang telah memilih Desa Mataram sebagai tempat pelaksanaan kegiatan. Kami mengapresiasi kegiatan ini karena masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru serta dapat memanfaatkan bahan lokal yang ada di desa kami,” kata Yessi, Minggu (27/9/2026).

Salah satu peserta, Ibu K, juga mengaku mendapatkan pengalaman baru setelah mengikuti sosialisasi dan praktik pembuatan sabun tersebut.

“Dengan adanya sosialisasi dan kegiatan ini, saya merasa mendapatkan tambahan wawasan dan ilmu yang bermanfaat. Saya juga menjadi tahu bahwa bahan-bahan yang ada di sekitar dapat dimanfaatkan menjadi produk sabun,” ujarnya.

Bagi peserta, praktik tersebut bukan sekadar mengenalkan cara membuat sabun. Mereka juga mendapat gambaran bahwa bahan yang selama ini mudah dijumpai di sekitar rumah dapat dikembangkan menjadi produk untuk kebutuhan rumah tangga sekaligus memiliki nilai jual.

Program tersebut sekaligus menjadi bentuk penerapan Project Kepemimpinan mahasiswa PPG UMPRI di tengah masyarakat. Pembelajaran yang diperoleh di bangku perkuliahan diterapkan melalui kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan serta potensi warga Desa Mataram.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *