BANDAR LAMPUNG, (PeNa) – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu punya pesan khusus untuk mahasiswa Universitas Lampung (Unila).
Menurutnya, ilmu saja tidak cukup untuk menghadapi persaingan di dunia kerja.
Mahasiswa juga harus memiliki kemampuan memimpin dirinya sendiri atau self-leadership. Hal itu dinilai penting sebelum mereka berbicara soal karier dan kemampuan teknis.
Pesan tersebut disampaikan Anggito saat memberikan kuliah umum di Gedung Serba Guna (GSG) Unila, Jumat (4/9/2026). Sekitar 750 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut.
“Semua keputusan, semua tindakan itu dimulai dari self-leadership. Dimulai dari niat, dimulai dari kejujuran, dari keberanian, dimulai dari sopan santun,” kata Anggito, Jum’at (4/9/2026).
Soft Skill Tak Bisa Diabaikan
Anggito mengatakan kemampuan teknis atau hard skill masih bisa dipelajari seiring perjalanan pendidikan dan karier.
Berbeda dengan soft skill yang menurutnya harus dibangun dan ditanamkan sejak awal.
“Menurut saya, soft skill itu penting, hard skill itu bisa dipelajari selama soft skill kita tertanam dan tertata dengan baik,” ujarnya.
Dia menilai karakter seseorang akan memengaruhi bagaimana orang tersebut mengambil keputusan, termasuk ketika mengelola keuangan pribadi.
“Kalau itu sudah tertata dengan baik, maka kemampuan atau menambah ilmu, membangun spesialisasi itu mengikuti,” katanya.
Mahasiswa Harus Punya Hati Kuat
Anggito juga meminta mahasiswa tidak hanya mengejar kemampuan akademik. Mereka harus mempersiapkan mental untuk menghadapi persaingan setelah lulus.
Menurut dia, dunia kerja membutuhkan orang yang memiliki ilmu sekaligus ketahanan diri.
“Mereka harus punya self-leadership, punya jiwa, punya hati yang kuat untuk menghadapi persaingan, menghadapi karier ke depannya. Tapi juga mereka harus punya ilmu,” kata Anggito.
Dia mengaku sengaja menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana agar mudah diterima mahasiswa.
“Saya berusaha untuk menyampaikan hal-hal yang mudah saja, tidak ruwet-ruwet,” ujarnya.
Kuliah umum itu merupakan bagian dari kegiatan Lampung Financial Festival yang digelar sebagai sarana sosialisasi dan literasi keuangan. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Anggito juga menyambangi sekolah dan kampus.
Pernah Jadi Wamenkeu
Anggito bukan orang baru di bidang ekonomi dan kebijakan publik. Ia merupakan akademisi UGM dan kini menjabat Ketua Dewan Komisioner LPS periode 2025-2030.
LPS mencatat Anggito lahir di Bogor pada 19 Februari 1963. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana ekonomi di UGM pada 1985, kemudian meraih gelar master dan doktor dari University of Pennsylvania, Amerika Serikat.
Sebelum memimpin LPS, Anggito pernah menjabat Wakil Menteri Keuangan. Ia kemudian dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS pada 8 Oktober 2025.
Pengalaman tersebut membuat Anggito menekankan bahwa perjalanan karier tidak cukup hanya dibangun dengan kemampuan akademik.
“Saya menjadi ekonom karena niat. Saya menjadi pejabat karena saya ikhlas,” kata Anggito.
Menurut dia, kemampuan dan keahlian dapat terus dikejar setelah seseorang memiliki fondasi karakter yang kuat.






