Keresahan Petani Kopi di Lampung Barat Akibat Serangan Harimau

LAMPUNG BARAT – (PeNa), Keresahan melanda warga Kabupaten Lampung Barat menyusul insiden tragis yang menewaskan dua warga setempat yang diduga akibat serangan harimau Sumatera.

Kejadian ini meninggalkan duka mendalam di masyarakat, yang kini menuntut respons cepat dan tindakan tegas dari pemerintah dan dinas terkait.

Bacaan Lainnya

Korban, yang diketahui sebagai warga setempat, dilaporkan tewas mengenaskan diduga akibat serangan harimau Sumatera di wilayah yang dikenal sebagai habitat alami satwa tersebut.

Agustiawan, seorang petani kopi di daerah tersebut, menyatakan kecemasan masyarakat terkait kondisi ini.

“Masyarakat Suoh saat ini sangat takut untuk berangkat ke kebun, karena resah akan serangan harimau. Mayoritas penduduk Suoh adalah petani, khususnya petani kopi yang saat ini sedang dalam periode panen,” ujarnya.

Agustiawan menambahkan, para petani tidak berani ke kebun karena khawatir diserang harimau.

“kami tidak berani berangkat untuk memanen kopi karena sangat khawatir akan serangan harimau. Belum lagi baru-baru ini, terjadi lagi korban yang diduga diserang harimau.”

Dalam pernyataannya, Agustiawan juga menyoroti kurangnya tindakan dari aparat terkait dalam menangani keresahan masyarakat.

“Sampai saat ini, masyarakat, termasuk saya, belum mendengar adanya tindakan dari aparat terkait untuk menangani keresahan ini.” katanya.

“Dengan tegas, kami berharap agar aparat terkait segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Ini diharapkan dapat meredam rasa resah sehingga petani dapat kembali dengan tenang memanen kopinya, ataupun para petani jenis komoditi lainnya,” pungkas Agustiawan.

 

Selama Februari 2024 Dua Warga Meninggal Diduga Akibat Serangan Harimau

Untuk diketahui, selama bulan Februari 2024 ini sudah dua warga Lampung Barat yg tewas diduga akibat serangan harimau.

Korban pertama yaitu Gunarso (42), warga Lampung Barat ditemukan meninggal dunia di kebun yg diduga akibat serangan harimau. pada Kamis 8 Februari 2024.

Jasadnya ditemukan mengenaskan dengan beberapa anggota tubuh terluka, diduga akibat serangan harimau.

Korban kedua atas nama Sahri alias S (28) warga Pekan Bumi Hantati, Kec. Bandar Negeri ditemukan sudah tak bernyawa di kebun, dengan sebagian organ tubuhnya tak utuh lagi. Kamis 22 Februari 2024.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *