Jelang Malam Takbiran, 165 Ribu Pemudik Padati Bakauheni dari Merak

Oplus_131072

Bakauheni – (PeNa), Arus mudik Lebaran 2026 di lintasan Jawa-Sumatera meningkat tajam. Pada H-2, sebanyak 165.385 orang tercatat menyeberang dari Merak menuju Bakauheni dalam 24 jam terakhir.

Lonjakan ini naik 12,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Tak hanya penumpang, jumlah kendaraan juga ikut melonjak signifikan.

Bacaan Lainnya

Data Posko Angkutan Lebaran mencatat, total kendaraan yang menyeberang dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, hingga BBJ Bojonegara mencapai 47.185 unit atau naik 13,7 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kendaraan roda dua mendominasi arus mudik dengan 26.674 unit atau naik 14,7 persen. Sementara mobil pribadi tercatat 18.809 unit, naik 14,3 persen.

Di sisi lain, kendaraan logistik justru mengalami penurunan. Jumlah truk tercatat 920 unit atau turun 10,3 persen, sementara bus mengalami kenaikan tipis menjadi 782 unit.

GM ASDP Bakauheni, Partogi Tamba, menyebut peningkatan ini masih dalam batas kendali, meski volume kendaraan terus bertambah.

“Peningkatan trafik di H-2 ini sudah kami antisipasi, terutama dari kendaraan pribadi yang memang mendominasi arus mudik tahun ini,” ujar Partogi.

Ia menegaskan operasional pelabuhan tetap berjalan optimal dengan dukungan armada dan pengaturan trip kapal.
“Kami memastikan seluruh armada beroperasi maksimal agar distribusi kendaraan tetap lancar dan tidak terjadi penumpukan panjang di pelabuhan,” katanya.

Arus Dari Bakauheni – Merak Masih Landai

Tak hanya arus mudik, pergerakan dari Sumatera ke Jawa juga mulai meningkat, meski belum signifikan.

Dari Pelabuhan Bakauheni, tercatat 42.729 orang menyeberang ke Jawa pada H-2 atau naik 7,3 persen dibanding tahun lalu. Total kendaraan mencapai 7.645 unit atau naik 6,1 persen.

Kendaraan roda dua justru mengalami lonjakan tertinggi hingga 30,1 persen, sementara mobil pribadi naik tipis 0,8 persen.

Partogi menyebut kondisi ini menandakan arus balik awal sudah mulai terbentuk, meski belum menjadi puncak.

“Pergerakan dari Sumatera ke Jawa mulai terlihat, tapi masih relatif landai dibandingkan arus mudik dari Jawa,” jelasnya.

Ia juga mengimbau pemudik untuk mengatur waktu perjalanan agar tidak terjebak kepadatan di jam-jam favorit.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan waktu penyeberangan di luar jam padat agar perjalanan lebih nyaman,” tutup Partogi.

Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H-2, total pemudik dari Jawa ke Sumatera telah mencapai 796.916 orang dengan 211.411 kendaraan. Angka ini menguatkan indikasi bahwa puncak arus mudik Lebaran 2026 tinggal menunggu waktu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *