PESAWARAN-(PeNa), Arus lalulintas di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) antara Ibu Kota Pesawaran menuju Kota Bandarlampung terpantau padat merayap pada siang hingga maghrib, Ahad (09/06).
Jarak tempuh tersebut dihari biasa hanya memakan waktu sekitar dua puluh menit hingga tiga puluh menit, namun sekarang dibutuhkan kesabaran karena bisa mencapai dua jam.
Kepadatan lalulintas lebih disebabkan karena para pengguna jalan yang akan keluar masuk jalan raya. Selain itu, volume kendaraan yang melintas juga menjadi dominan penyebab antrian panjang hingga berpuluh kilometer di ruas jalinbar tersebut.
Hal ini seperti yang diungkapkan salah seorang pengendara Toyib, yang mengaku harus merayap dengan kecepatan maksimal 20/KM dari Desa Gedong Tataan menuju Kota Bandarlampung.
“Hari biasa hanya butuh waktu paling lama setengah jam, nah sekarang harus dua jam. Tadi berangkat dari Gedong Tataan jam empat sore, sekarang sudah masuk maghrib aja baru masuk Kemiling, ” kata Toyib.
Menurutnya, kepadatan lalulintas tersebut terjadi hanya sampai Simpang Tugu Coklat kalau dari arah Gedong Tataan menuju Kota Bandarlampung.
“Kalau dari arah Bandarlampung mah masih terlihat kencang kendaraan yang melintas, tapi kalau dari Gedong Tataan sampai Simpang Tugu Coklat padat merayap. Kita berkendara hanya dengan kecepatan paling kencang dua puluh perkilometer, ” ujar dia.
Kondisi tersebut juga ditegaskan Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro melalui sambungan telepon genggamnya.
“Kondisi lalulintas diwilayah hukum Kabupaten Pesawaran terpantau aman dan terkendali meski kepadatan arus lalulintas terjadi dibeberapa titik pada siang hingga sore hari. Kita sudah antisipasi dengan menempatkan personil dititik rawan, manakala dibutuhkan maka akan dilakukan rekayasa lalulintas. Namun sampai sekarang masih terhitung lancar walaupun padat merayap, ” tegas dia.
Personil kepolisian bepakaian preman juga ditempatkan guna mengamankan situasi dan mencegah terjadinya tindak kriminal dibeberapa titik yang sudah dimapping.
“Hal ini penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dijalan maupun ditempat tempat wisata yang ramai dikunjungi wisatawan, ” tutupnya.
Oleh: sapto firmansis






