Bakauheni – (PeNa), Arus mudik Lebaran 2026 di lintasan Merak–Bakauheni mulai menunjukkan pola tak biasa. Saat pergerakan dari Jawa ke Sumatera justru melandai, arus sebaliknya dari Sumatera ke Jawa malah tancap gas di H-4.
Data Posko Angkutan Lebaran mencatat, penumpang dari Jawa ke Sumatera pada H-4 hanya mencapai 104.321 orang, turun 7% dibanding tahun lalu. Total kendaraan pun ikut turun 7,4% menjadi 25.769 unit.
Penurunan terlihat di semua lini. Sepeda motor tercatat 9.816 unit (turun 7%), mobil pribadi 13.385 unit (turun 8%), truk 1.839 unit (turun 4,4%), hingga bus 729 unit (turun 8,1%). Dalam 24 jam, kapal yang beroperasi tercatat 127 trip.
Arus Balik Lebih Dulu Menggeliat dari Sumatera
Namun di sisi sebaliknya, Pelabuhan Bakauheni justru mencatat lonjakan. Penumpang dari Sumatera ke Jawa tembus 52.707 orang atau naik 11,4%. Total kendaraan juga melonjak 13,3% menjadi 9.565 unit, dengan 131 trip kapal beroperasi.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada angkutan logistik. Truk melonjak 23,6% menjadi 1.799 unit. Sepeda motor juga naik 19,5% menjadi 754 unit, disusul bus naik 7,5% menjadi 815 unit.
Meski mobil pribadi tercatat 6.197 unit, angka ini disebut mengalami penurunan dibanding tahun lalu, menandakan pergerakan kendaraan pribadi belum sepenuhnya merata.
Secara kumulatif H-10 hingga H-4, arus Jawa–Sumatera masih tumbuh tipis 0,5% dengan 467.928 penumpang dan kendaraan naik 6,7% menjadi 117.112 unit. Sementara arus Sumatera–Jawa juga naik tipis 0,6% dengan 280.331 penumpang, dan kendaraan naik 8,3% menjadi 60.259 unit.
GM ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, menyebut perbedaan arus ini menjadi sinyal pergeseran pola perjalanan pemudik tahun ini.
“Terjadi distribusi pergerakan yang tidak merata. Dari Jawa ke Sumatera cenderung melandai di H-4, tapi dari Sumatera ke Jawa justru meningkat signifikan,” kata Partogi.
Ia menilai lonjakan arus balik awal ini didorong mobilitas logistik dan pekerja yang lebih dulu bergerak.
“Kenaikan truk cukup tinggi, ini menunjukkan aktivitas distribusi barang sudah mulai intens menjelang puncak Lebaran,” ujarnya.
Meski terjadi lonjakan di Bakauheni, operasional penyeberangan disebut masih terkendali.
“Jumlah trip kapal kami tingkatkan hingga 131 perjalanan. Ini untuk memastikan tidak ada antrean panjang di pelabuhan,” jelasnya.
Partogi juga mengingatkan puncak arus belum terjadi dan masyarakat diminta mengatur waktu perjalanan.
“Kami imbau pengguna jasa memanfaatkan waktu di luar puncak dan melakukan reservasi tiket lebih awal agar perjalanan tetap lancar,” tutupnya.






