LAMPUNG SELATAN – (PeNa), Purwanto, seorang pendiri (Founder), merespons rendahnya minat baca di Provinsi Lampung dengan mendirikan Baca di Bataranila, sebuah perpustakaan unik di Perumahan Bataranila, Hajimena, Lampung Selatan.
Purwanto menjelaskan bahwa Baca di Bataranila tidak hanya berdiri di Lampung, melainkan ada juga di wilayah lain.
“Tempat seperti ini ada juga di Jakarta Selatan, di kaki Gunung Ciremai, dan di Borobudur Magelang. Konsep dan nama yang sama menjadi ciri khas”. ujarnya.
Sejak pertengahan tahun 2023, Baca di Bataranila hadir dengan lebih dari tujuh ribu koleksi buku, mencakup berbagai genre dari fiksi hingga nonfiksi.
“Perpustakaan ini bukan hanya ruang baca, tetapi juga sebuah Ruang Temu yang terbuka untuk replikasi dengan karakter dan situasi lingkungan masing-masing”. ujarnya.
Purwanto menyoroti desain minimalis, rapi, dan unik perpustakaannya yang nyaman, bahkan dinikmati oleh pengunjung sebagai tempat yang instagramable.
“Baca di Bataranila, mengusung tema inklusifitas dan keterbukaan untuk diskusi agar bisa menjadi inspirasi bagi yang ingin membuka rumah baca serupa”. kata Purwanto.
Meskipun 90 persen biaya pembangunan berasal dari kantong pribadinya, Purwanto menjelaskan bahwa ini dilakukan untuk membangkitkan minat baca di Provinsi Lampung, khususnya kalangan muda.
“Selain literasi, perpustakaan ini juga mempromosikan sosial entrepreneurship, menjelaskan ide-ide yang membangun dan mendukung perkembangannya”. katanya
Purwanto menyampaikan harapannya untuk meningkatkan minat baca di Provinsi Lampung, melihat indeks rendah yang terindikasi dari data yang ada.
“Diharapkan akan ada program dan pengembangan lebih lanjut untuk mendukung literasi dan membangun minat baca, terutama di kalangan generasi muda”. pungkasnya.






