WAY KANAN (PeNa) — Politik biasanya identik dengan rapat, pidato, dan agenda formal. Namun suasana berbeda terlihat di Kecamatan Negeri Agung, Way Kanan, Sabtu (16/5/2026), ketika kader-kader Partai Golkar tidak hanya menentukan arah kepemimpinan baru, tetapi juga membawa pesan tentang politik yang lebih dekat dengan masyarakat.
Melalui Musyawarah Kecamatan, Yon Maryono dipercaya memimpin kepengurusan Partai Golkar Kecamatan Negeri Agung untuk lima tahun ke depan. Ia terpilih secara aklamasi, menandai adanya soliditas internal sekaligus harapan baru terhadap kerja-kerja politik di tingkat bawah.
Bagi Darlian Pone, pergantian kepemimpinan bukan sekadar urusan struktur partai. Menurutnya, dinamika politik hari ini menuntut kader untuk lebih peka terhadap persoalan rakyat, lebih aktif hadir di tengah masyarakat, dan tidak hanya muncul menjelang momentum pemilu.
Ia menilai kekuatan partai politik di daerah tidak lagi diukur dari seberapa besar struktur yang dimiliki, tetapi seberapa kuat hubungan kader dengan masyarakat yang mereka wakili.
Karena itu, konsolidasi di Negeri Agung dibuat dengan pendekatan yang berbeda. Setelah forum selesai, kader Golkar bersama jajaran pengurus turun langsung dalam Gerakan Lampung Menanam (GELAM), menanam pohon sebagai simbol keberlanjutan, kepedulian lingkungan, sekaligus pesan bahwa politik juga harus meninggalkan jejak yang nyata.
Di tengah meningkatnya skeptisisme publik terhadap partai politik, langkah seperti ini menjadi upaya membangun citra baru—bahwa politik tidak selalu tentang perebutan kekuasaan, tetapi juga tentang kehadiran, pengabdian, dan kontribusi langsung bagi lingkungan sosial.
Dari Negeri Agung, Golkar mencoba mengirim pesan sederhana: membangun organisasi bisa dimulai dari membangun kepercayaan.






