Belasan Ribu Kartu Indonesia Sehat Kabupaten Pesawaran Tercatat Ganda

 

P E S A W A R A N – (PeNa), Sedikitnya 11.308 jiwa Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Kabupaten Pesawaran tercatat ganda, karenanya segera dihapus.

Plt Kepala Dinas Sosial M. Iqbal melalui Kepala Seksi (Kasi)Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Pesawaran Andri Wibowo mengatakan penghapusan kepesertaan warga tersebut berdasarkan melalui surat Keputusan menteri sosial nomor 92/HUK/2021.

“Penonaktifkan dilakukan karena warga penerima tidak lagi terdaftar dalam‎ DTKS, termasuk warga yang tercatat telah meninggal dunia, memiliki data ganda, maupun mereka yang pindah segmen atau warga yang sudah mampu,” kata dia, Senin (04/10/2021).

Menurutnya, total yang dihapus adalah 38.822 warga yang tercatat pada JKN-KIS dengan rincian telah meninggal dunia 636 jiwa, pindah segmen 1464 jiwa, ganda 11.308 jiwa, serta NIK tidak ditemukan sebanyak 25.414 jiwa.

“Kemensos secara bertahap menonaktifkan data yang belum masuk DTKS. Untuk tahun ini, dinsos sedang melakukan verifikasi data lainnya yang non DTKS,” ujar dia.

Nantinya, dari PBI yang dinonaktifkan akan digantikan dengan pendaftaran PBI baru berdasar pemutakhiran data. Untuk itu, ia mengimbau kepada warga prasejahtera atau tidak mampu maupun peserta PBI-JKN agar segera melapor atau memeriksa kepesertaan DTKS ke desa masing-masing.

“Pendaftaran dapat dilakukan apabila sudah terdaftar dalam DTKS, maka dari itu masyarakat coba tanyakan ke desanya masing-masing apakah namanya sudah masuk atau belum. Saat ini kita sedang memverifikasi datanya,” ucap dia.

Soal penghapusan penerima manfaat JKN-KIS tersebut merupakan nama-nama yang tidak masuk pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial yang tercatat di Kementrian Sosial Republik Indonesia.

“Info dari Kemensos sih seperti itu, ada beberapa nama PBI JKN KIS terutama yang tidak masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) bakal dihapus kepesertaannya dan Kemensos secara bertahap menonaktifkan data yang belum masuk DTKS. Untuk tahun ini, dinsos sedang melakukan verifikasi data lainnya yang non DTKS,” tegas dia.

Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *