P E S A W A R A N – (PeNa), Bersama Bupati Dendi Ramadhona, Kapolres Pesawaran AKBP Maya Henny Hitijahubessy ikuti doa lintas agama dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pesawaran ke- 16 Tahun 2023 yang dipandu Jamus Kalimosodo di GSG Pemkab Pesawaran, Rabu (09/08/2023) malam.
Dikesempatan tersebut, Kapolres Pesawaran AKBP Maya Henny Hitijahubessy mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kedamaian yang dikehendaki seluruh masyarakat yang ada.
“Karena masih baru, jadi saya baru pertama kali mengikuti kegiatan ini. Sangat bagus dan saya apresiasi, semoga momentum ini dapat menjadi wadah terjalinnya hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat, sehingga kesejahteraan, kedamaian dan kebaikan senantiasa tercurah untuk Kabupaten Pesawaran,” kata Maya.
Menurutnya, selain sejumlah indikator yang ditentukan, keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi faktor utama bagi kemajuan suatu daerah. Karenanya, seluruh komponen hendaknya terus memupuk kebersamaan.
“Disinilah peran penting seluruh tokoh umat beragama untuk menjadi teladan serta senantiasa memberikan pencerahan agar masyarakat hidup rukun, tertib, damai
dan saling menghormati,” ujar dia.
Kemudian, dalam sambutannya Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan bahwa atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pesawaran, ia menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia dan semua pihak atas penyelenggaraan kegiatan ini.
“Saya berharap, kegiatan ini dapat semakin memupuk keluhuran kemanusiaan, kerukunan antar umat beragama serta
sebagai pilar kesatuan dan persatuan masyarakat Kabupaten Pesawaran yang majemuk,” kata dia.
Do’a bersama lintas agama ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Pesawaran, sekaligus sebagai wujud syukur atas rahmat
Tuhan Yang Maha Esa bagi Kabupaten Pesawaran yang saat ini genap berusia 16 tahun.
“Semangat Hari Jadi Kabupaten Pesawaran kiranya menginspirasi kita semua untuk bersama-sama membangun Kabupaten Pesawaran agar lebih maju dan berkembang dengan berbagai potensi
dan keunggulan serta sumberdaya yang dimiliki,” tutur dia.
Ia juga menegaskan, tantangan dan cobaan seberat apapun akan terasa ringan apabila kita teguh beriman dan bersatu padu. Sebaliknya kondisi sebaik apapun, akan terasa hampa dan hilang makna apabila jiwa kita menjauh dari Tuhan dan hidup
dalam perseteruan, kebencian dan kecurigaan satu sama lain.
“Oleh karena itulah, kegiatan Do’a bersama ini juga diharapkan lebih mempererat tali persatuan dan kesatuan dari seluruh komponen bangsa, karena modal terbesar
dalam menghadapi tantangan dan cobaan adalah persatuan dan kesatuan diantara sesama anak bangsa,” tegas dia.
Oleh: Sapto firmansis






