LAMPUNG SELATAN -(PeNa), Diduga asal jadi dan mengabaikan kualitas beton, proyek jalan pertanian modern dengan nilai Rp 3 Milyar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 di Desa Trimomukti Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan terlihat sudah banyak retak.
Sejumlah warga setempat menyebutkan bahwa jalan menuju persawahan tersebut dibangun belum sampai tahun, dan kini telah digunakan masyarakat setempat dalam beraktifitas.
“Katanya, kalau tidak salah kemarin itu jalan ini dibangun dengan panjang 1,7 kilometer dan menghabiskan dana sekitar tiga milyar rupiah. Kalau soal retak, ya mungkin masih bisa diperbaiki lah,” kata lelaki paruh baya yang minta namanya jangan ditulis, Kamis (09/07/2026).
Menanggapinya, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Brigade Anak Negeri Kawal Indonesia (BANKI) Lampung Randy Septian mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi mendalam guna mengetahui persoalan yang dimaksud.
“Terkait informasi tersebut, kami telah membentuk tim investigasi guna mendalami apakah banyaknya retak pada jalan beton yang baru dibangun di Desa Trimomukti adalah karena kualitas atau ada hal lain,” kata dia.
Diterangkan, untuk awal memang telah dilakukan pengecekan dilapangan oleh jajarannya setelah mendapatkan informasi masyarakat yang kemudian akan dilanjutkan dengan mengkonfirmasi dengan pihak-pihak terkait.
“Tentu, setelah data-datanya kongkrit baru kita sampaikan kepada aparat penegak hukum melalui mekanisme pelaporan secara lengkap dan resmi seperti pada kasus kasus lainnya, sehingga nantinya mempermudah penyidik dalam mengungkap,” tegas dia.






