Debat Kandidat Paslon Kada Pesawaran Sajikan Kualitas Kontestan

PESAWARAN-(PeNa), Debat kandidat pasangan calon kepala daerah (Paslon Kada) Kabupaten Pesawaran menyajikan kualitas kedua kontestan untuk memaparkan jawaban dan tema yang ditentukan penyelenggara.
Ada yang memaparkan dengan lugas dan logis, namun ada juga  beberapa hal yang dapat dianggap ngawur dengan pemaparan tidak rasional yang dikemukakan oleh paslon atau kontestan politik tersebut.
Dan ini merupakan bagian penilaian masyarakat Kabupaten Pesawaran  yang telah mengantongi hak pilihnya untuk dijadikan rekomendasi ketika menentukan pilihan di bilik suara  pada tanggal 09 Desember 2020 mendatang.
Debat kandidat dengan tema ‘Pelayanan publik dan program mencerdaskan masyarakat’ tersebut  diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pesawaran di Gedung Graha Adora Desa Negeri Sakti Kecamatan Gedong Tataan pada Rabu (25/11/2020) malam.
Pada kesempatan tersebut, untuk paslon nomor 01 Nasir-Naldi mengaku telah menyiapkan program yang menggratiskan sekolah sampai 17 tahun atau hingga jenjang perguruan tinggi.
“Kalau kami terpilih nanti, kita akan membuat program untuk menggratiskan sekolah hingga 17 tahun, artinya anak-anak Pesawaran dapat bersekolah hingga ke universitas, kalau ditanya terkait anggaran ini yang akan kita bahas kedepannya, intinya kami ingin menyelamatkan masa depan masyarakat Pesawaran,” janji dia.
Tentunya, program yang dijanjikan pasangan 01 tersebut sangat  membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, sedangkan kemampuan keuangan daerah Bumi Andan Jejama masih jauh dari cukup untuk merealisasikannya.
Kemudian, dalam penjabaran terkait digitalisasi desa, calon wakil bupati nomor 01 Naldi Rinara menyebut bahwa desa di Pesawaran berjumlah 141 desa, padahal jumlah desa di Kabupaten  Pesawaran 144 desa ditambah 4 desa persiapan dan 11 Kecamatan.
“Digitalisasi desa ini, artinya kita akan mengurai penggunaan dana desa yang digunakan di setiap desa, sehingga masyarakat dapat melihat secara langsung penggunaannya untuk apa saja,” ucap dia.
Kemudian, Paslon nomor urut 02 Dendi Ramadhona dengan lugas menyebut akan mereformasi pelayanan publik dengan mengacu pada program digitalisasi dan peningkatan sumber daya manusia di lingkup pemerintahannya.
“Peningkatan pelayanan publik menjadi dasar terbentuknya tata kelola pemerintahan yang baik dan terintegrasi dengan sistem digital. Peningkatan Sumber daya manusia menjadi syarat yang harus disiapkan menuju kesana,” tegas dia.
Selain menciptakan tata kelola pelayan publik yang baik dan transparan, ia juga mencanangkan program pendidikan berbasis pemberdayaan masyarakat. Dan ditambah dengan program beasiswa bagi masyarakat terus ditingkatkan guna memberikan kesempatan yang luas untuk mengakses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Indek pendidikan di Kabupaten Pesawaran terus meningkat dari tahun ke tahun. Kabupaten Pesawaran sejak 2016 hingga 2020, wajib belajar yang mulanya enam tahun, saat ini tercapai wajib belajar delapan tahun atau rata-rata peserta didik sudah mampu mengenyam bangku SMA,” kata dia.
Dari paparan yang disampaikan oleh kedua kontestan pilkada 2020 di Kabupaten Pesawaran tersebut, diharapkan masyarakat akhirnya dapat melihat dan mengetahui kualitas isi kepala masing-masing pasangan calon yang akan dipilihnya kelak.
Kegiatan tersebut dilangsungkan dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19 dan pengamanan oleh pihak Polres Pesawaran serta TNI yang diperbantukan.
Oleh: sapto firmansis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *