Bandar Lampung (PeNa)- Pemasangan banner sosialisasi Bakal Calon Gubernur (Bacagub), Arinal Djunaidi di lahan perkebunan tebu milik PT.Indo Lampung anak perusahaan Sugar Grup Company (SGC) diduga pengerjaannya dilakukan oleh petugas keamanan perusahaan gula terbesar di Lampung.
Dari informasi yang dihimpun PeNa, petugas keamanan memasang banner itu saat pembakaran lahan tebu sekitar satu bulan yang lalu.
“Ya saat itu Indo Lampung sedang melakukan pembakaran lahan perkebunan, dan itu bersamaan dengan petugas keamanan yang memasang banner Arinal. Meski hanya melihat dari dalam kendaraan pribadi, namun saya melihatnya cukup jelas,”ungkap salah satu pengusaha muda yang mengaku memiliki kepentingan bisnis dengan perusahaan tebu itu, Sabtu (14/10).
Dia mengaku heran dengan turunnya petugas keamanan yang memasang instrument komunikasi itu, pasalnya tidak ada Bacagub lain yang melakukan sosialisasi melalui banner di lahan tebu terkecuali Ketua DPD Golkar Lampung.
“ Ya heran saja, jika lahan perusahaan itu bebas dipasang banner untuk semua kandidat mengapa hanya ada gambar satu calon, dan memang di pemberitaan media, muncul dugaan jika Arinal disokong penuh dari SGC,”katanya.
Sebelumnya diberitakan, pemasangan sejumlah alat peraga sosialisasi pencalonan Arinal Djunaidi sebagai Bakal Calon Gubernur (Bacagub) di areal perkebunan tebu milik PT. Indo Lampung yang notabene salah satu anak perusahaan Sugar Grup Company (SGC) menjadi bukti kuat jika koorporasi berada dibalik majunya mantan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang.
Dari pantauan PeNa, areal perkebunan tebu itu marak terpasang Banner Arinal, bahkan 4 kilometer (km) dari portal PT.Indo Lampung jelas terpampang photo Bacagub yang dikenal dekat dengan Vice President SGC, Lee Purwanti.
Dikutip dari rilis.id, Sabtu (14/10), Arinal membantah jika dirinya disokong oleh SGC. “Saya gak ada hubungan dengan pengusaha mana pun, apalagi ada yang bilang korporasi segala. Saya hanya punya jaringan Arinal Berkarya yang menjadi simpatisan saya,” kata Arinal.
Kendati demikian, adanya instrument komunikasi berupa alat peraga yang marak terpasang di areal perkebunan tebu tersebut,telah menjawab spekulasi yang berkembang jika mantan Sekdaprov yang pernah tersangkut kasus penganiayaan terhadap Istahul Umam (23) yang merupakan staf maskapai Garuda Indonesia disokong penuh oleh Taipan.






