Evaluasi Polmark Indonesia, Arinal Bawa Kepentingan Pemodal

Bandar Lampung (PeNa)-Keputusan lembaga penyelenggara jasa konsultasi political marketing Polmark Indonesia dengan menghentikan semua kegiatan Sosialisasi , Monitoring-Evaluasi  untuk Pasangan Calon (Paslon) nomor Tiga Arinal-Nunik di Pemilihan Gubernur Lampung pada project Lampung Berjaya, alhasil semakin menguatkan dugaan jika Paslon yang diusung Koalisi Partai Golkar, PKB, PAN di konstestasi tersebut membawa kepentingan Pemodal.

Dalam pesan WhatsApp yang beredar di kalangan media, alasan lembaga yang didirikan Eep Saefuloh Fatah berdasarkan hasil evaluasi atas Project Lampung Berjaya  bahwa dalam proses kerja yang sedang mereka lakukan ternyata ada kekuatan besar yang sangat bertolak belakang dengan idealisme Polmark Indonesia dan intervensi yang dilakukan terus menggangu strategi yang telah menjadi kesepakatan awal.

Dengan mempertimbangkan bahwa dalam proses kerja yg dilakukan saat ini ada kekuatan besar dg kepentingan yg tidak sejalan dg idealisme Polmark Indonesia – yang terus mengganggu strategi yg sudah disepakati, Polmark Indonesia memutuskan untuk MENGHENTIKAN semua kegiatan SOSIALISASI dan MONEV mulai saat ini

Dalam pesan yang beredar itu  memuat pemberitahuan dari  Sugianto selaku Koordinator Tim Monev Polmark Indonesia untuk Project Lampung Berjaya.

“Malam ini saya menyampaikan pemberitahuan: Bahwa hari ini Polmark dengan semua stakeholder kunci menyelenggarakan evaluasi atas project Lampung Berjaya. Evaluasi yg diselengarakan di Jakarta baru saja selesai. Dengan mempertimbangkan bahwa dalam proses kerja yg dilakukan saat ini ada kekuatan besar denga kepentingan yang tidak sejalan dengan idealisme Polmark Indonesia – yang terus mengganggu strategi yg sudah disepakati, Polmark Indonesia memutuskan untuk MENGHENTIKAN semua kegiatan SOSIALISASI dan MONEV mulai saat ini,”tulis Sugianto.

Meski Polmark memutuskan kegiatan sosialisasi untuk Lampung Berjaya namun mereka tetap bertanggung jawab atas konsekuensi dari pengambilan keputuan tersebut.

“Semua data yg sudah kawan2 kumpulkan tetap kami (tim analis) gunakan. Intinya: Polmark Indonesia menyatakan bertanggung jawab penuh atas konsekuensi dari keputusan penghentian kegiatan, baik sosialisasi maupun monev. Termasuk kaitannya dengan kawan-kawan anggota tim monev di lapangan,”

“Dalam situasi ini saya sebagai Koordinator Tim Monev, mengajak kawan2 untuk semakin sadar bahwa kaum PEMODAL akan berusaha mengontrol proses  politik yg terjadi di negeri ini. Maka dalam Pilgub Lampung ini, pemenangnya adalah PENGUASA MODAL,”

 

 

 

 

Idealisme Polmark memberikan pendidikan politik bagi masyarakat bukan menjadi prioritas bagi Pemodal yang diduga sebagai sponsor Paslon Arinal-Nunik dan hak pemilih untuk mendapat pendidikan politik bagi pemodal merupakan pekerjaan sia-sia karena tujuan uatama pemodal berjuang dan harus menang dengan tidak ada embel-embel pendidikan politik.

“Polmark Indonesia dan kita semua tidak pernah setuju dengan itu semua. Tapi sayangnya kita tidak memiliki uang. Mereka yg punya uang. Dan dengan uang yang dimiliki, mereka ingin membeli semuanya, termasuk Polmark Indonesia. Mereka mengira Polmark Indonesia bisa dibeli. Sayangnya tidak bisa. Polmark Indonesia tetap menolak politik uang dan bentuk-bentuk pembodohan lainnya. Bagi Polmark Indonesia ini bukan semata soal harga diri, melainkan soal INDONESIA,”kata Sugianto

Terakhir dalam pesannya Sugianto meminta tim sosialisasi dan Monev Lampung Berjaya agar tidak lagi terjun ke kecamatan sasaran monev

“Dengan kesadaran seperti di atas, entah kerja monev ini akan berlanjut atau tidak, saya mengajak kawan-kawan untuk terus menjaga semangat PERKAWANAN yang sudah terbangun dan melakukan pendidikan politik utk lingkungan kita, demi bangsa INDONESIA. Mulai besok kawan-kawan tidak wajib lagi mengunjungi kecamatan sasaran monev. Silahkan istirahat, sampai ada informasi lagi dari saya.

Sementara Sugianto ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengaku heran dengan beredarnya pesan WhatsApp mengenai keputusan pemberhentian tersebut.

“ Loh kok bisa sampai ke anda, dapat darimana mendapatkan  pesan WA itu,”jawab Sugianto.

Meski tidak memnbatah adanya pesan yang beredar dan namanya tertera  sebagai Koordinator Tim Monev, Sugianto menyarankan untuk mengkonfirmasikan persoalan itu pada Kepala Project Manager Lampung berjaya, Amrullah.

“ Saya tidak punya kpasitas untuk menjawabnya silahkan tanya ke Project Manager atau bisa ditanyakan ke orang yang mengirimkan pesan ini kepada media,”singkatnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *