Jadi Cawagub Arinal, Nunik dan PKB Tergiur Uang Pemodal?

BANDARLAMPUNG-Deklarasi pasangan Bakal calon Gubernur (Bacagub) Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim di DPP PKB oleh Muhaimin Iskandar sebagai pasangan pada Pilgub 2018 mendatang, akhirnya semakin menguatkan opini yang berkembang adanya   dominasi dan peran Vice President Sugar Group Company (SGC) Lee Purwanti .

Pasalnya sebelum deklarasi dan kepastian dukungan PKB terhadap Arinal, publik lebih dahulu mengetahui dengan beredarnya screeshoot pesan WhatsApp yang diduga berasal dari Nyonya Lee yang memuat dukungan PKB pada mantan Sekdaprov.

Koordinator Presidium (Forum Demokrasi Lampung) Achmad Fadli berpendapat, keputusan partai Nahdliyin itu secara tidak langsung juga ikut mendukung penindasan yang dilakukan SGC terhadap tanah rakyat dan hak ulayat.

“ Sangat kita sesalkan keputusan Partai Islam itu, ini bukan soal kami berpihak kepada salah satu kandidat. Kita sama-sama ketahui bukan rahasia lagi kalau SGC diduga menjadi sponsor tunggal Arinal untuk Pilgub mendatang sementara saat ini kita juga tahu bagaiamana rakusnya SGC dalam merampas tanah rakyat, kami fikir PKB telah melakukan blunder,”ungkapnya, rabu ((20/12).

Rekam jejak kandidat sambungnya,sampai dengan elektabilitas calon sejatinya menjadi pertimbangan PKB dalam menentukan pilihan, kecenderungan muncul nya asumsi publik  jika keputusan menyandingkan Arinal-Nunik penuh aroma transaksional.

“ Dugaan adanya politik dagang sapi atas keputusan PKB itu sangat mungkin muncul di publik apalagi elektabilitas Arinal tak kunjung naik meski jor-joran melakukan sosialisasi.Dan  kalau memang seperti itu sangat kita sayangkan, apalagi kita sama-sama tahu siapa pemodal dibelakang Arinal dan wajar jika publik menjustifikasi jika orientasi Nunik dan PKB  diduga hanya karena uang,”tukasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *