JAKARTA (PeNa)-Keputusan Partai Amanat Nasional (PAN) menarik dukungan terhadap Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Arinal Djunaidi telah diprediksi sebelumnya.Konflik internal DPD I Partai Golkar Lampung mengenai pelanggaran Juklak 06 yang dilakukan Arinal serta popularitas dan elektabilitas yang masih jauh dari ekspektasi dinilai sejumlah kalangan jika terduga koruptor dugaan tindak korupsi penyelewengan dan penyalahgunaan APBD 2015 yang tengah di tangani Kejati Lampung akan menuai persoalan dengan partai yang tergabung dalam koalisi.
Sekretaris DPW PAN Lampung, Iswandi Cahya mengakui jika pihaknya menarik dukungan tersebut dengan alasan tidak dilibatkannya PAN sebagai koalisi Partai Golkar serta elektabilitas mantan Sekdaprov yang kurang memadai menjadi alasan partai matahari terbit mencabut rekomendasi itu.
“Iya, PAN memutuskan itu. Karena tidak melibatkan koalisi dalam menentukan calon, jadi PAN manarik diri dari mendukung Arinal,” Iswan H Caya, kepada di Jakarta, dukutip dari rilis.id, Rabu (19/12/2017).
Meski sebelumnya PAN memutuskan memberikan rekomendasi dukungan terhadap Arinal namun syarat seperti mencari mitra koalisi pendukung serta menentukan pendamping dan tim pemenangannya tidak mampu dipenuhi
Alhasil, rekomendasi dibatalkan, apalagi bukan dalam bentuk rekomendasi untuk diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Iswan menambahkan, PAN bakal mendukung calon Gubernur yang dianggap memiliki elektabilitas memadai. Kemudian, tandasnya, “Diinginkan masyarakat untuk membawa Lampung lebih baik.”






