Kapolres Pesawaran Akan Berikan Reward Kepada Siapa Saja Yang Perangi Narkoba

 

P E S A W A R A N – (PeNa), Bagi siapa saja yang dapat membantu memerangi peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di Bumi Andan Jejama akan mendapat reward dari Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo.

Demikian dikemukakan pada kegiatan pelantikan kepengurusan DPC BNM Kabupaten Pesawaran di Aula Pamor Persada Mapolres Pesawaran, Rabu (14/09/2022).

“Saya apresiasi dan berikan reward kepada siapa saja yang dapat membantu kami khususnya Sat Narkoba dalam memerangi peredaran Narkoba di wilayah hukum Polres Pesawaran, ” kata dia.

Menurutnya, peredaran narkoba harus dihentikan agar cita-cita Bangsa Indonesia terwujud dengan sukses.

“Saya mengapresiasi segala bentuk pemberantasan narkoba yang dilakukan demi terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif dan bebas narkoba di Kabupaten yang kita cintai ini,” ujar dia.

Diterangkan, pada tahun 2045 mendatang masyarakat Indonesia memasuki masa emas dimana Indonesia diharapkan sudah lepas landas, sudah bisa berdiri dengan kaki sendiri dimana banyak negara yang memiliki kepentingan tersendiri menghambat dengan cara merusak masyarakat Indonesia dengan penyelundupan narkoba.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pesawaran Zaenal Arifin mengatakan bahwa jumlah pengguna narkoba di Indonesia mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

“Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN-RI) mencatat adanya kenaikan pengguna narkoba sebesar 0,15 persen dari tahun 2019-2022 berdasarkan prevalensi. BNN RI dalam kurun waktu tahun 2021 hingga pertengahan tahun 2022 telah berhasil mengungkap 55.392 kasus tindak pidana narkoba dan 71.994 orang tersangka,” kata dia.

Dikegiatan tersebut, ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus DPC BNM Kabupaten Pesawaran. Dan, berharap bersama-sama pemerintah dan aparat penegak hukum, untuk bersama-sama memberantas peredaran narkoba dan maksiat di Kabupaten Pesawaran.

“Saya menilai prosesi pelantikan para pengurus DPC BNM Pesawaran merupakan sebuah kegiatan seremonial semata, karena sesungguhnya yang dibutuhkan adalah action dan kerja nyata di lapangan, ” ujar dia.

 

Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *