Kapolres Pesawaran Hentikan Amuk Massa

PESAWARAN-(PeNa), Kapolres Pesawaran AKBP Syaiful Wahyudi terpaksa hentikan amuk massa di Desa Wiyono Kecamatan Gedong Tataan,Sabtu (13/1) lalu. Saat itu puluhan massa menghakimi pelaku pencurian sepeda motor milik Guntur (65) warga setempat.
Demikian dikatakan Wakapolres Pesawaran, Kompol Yustam Dwi Heno,SIK didampingi Kasatreskrim Iptu Hassanudin saat ekspose di Mapolres Pesawaran.”Ya, benar telah terjadi amuk massa pada pelaku pencurian sepeda motor di Desa Wiyono Kecamatan Gedong Tataan. Saat kejadian, Kapolres melintas dan langsung menghentikan massa yang sedang menghakimi pelaku. Lalu, pelaku diamankan dan  dibawa ke Mapolres guna dilakukan pemeriksaan,” kata dia, Rabu (17/1).
Diungkapkan, pelaku pencurian tersebut bernama Agustiansyah warga Jalan Hayam Wuruk Gang Sampurna Alam, Kelurahan Kedamaian Bandarlampung.”Hasil pemeriksaan penyidik, pelaku mengaku bertempat tinggal di Bandarlampung dan baru kali ini melakukan tindak pidana pencurian. Namun demikian,penyidik masih terus mengungkapnya guna mengetahui dugaan keterlibatan pelaku lain,” ungkap dia.
Dari pelaku,petugas mengamankan barang bukti berupa sepeda motor merk Honda beat bernomor polisi BE 8754 RJ berikut kunci sepeda motornya  yang diduga hasil curian. Dan penyidik akan menjerat pelaku dengan KUHP pasal 363 tentang pencurian.”Kepada pelaku akan dijerat dengan pasal 363 tentang tindak pidana pencurian yang ancaman hukumannya diatas lima tahun,” tegas dia.
Sementara itu, tersangka Agustiansyah kepada PeNa mengaku terpaksa mencuri sepeda motor untuk dijual guna membayar biaya anaknya sekolah.”Terpaksa saya mencuri motor, nantinya akan dijual dan hasilnya untuk membayar biaya sekolah anak saya. Saya sangat menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi,” kata tersangka Agustiansyah.
Terpisah, didampingi Kepala Desa Wiyono, Suheri pemilik sepeda motor korban pencurian,Guntur mengajukan pinjam pakai kendaraannya yang dicuri.”Alkhamdulillah, motor saya tidak jadi hilang. Tadi kami mengajukan permohonan pinjam pakai, dan alkhamdulillah dikasih oleh pak polisi,” ucap dia.
Diceritakan Guntur, sepeda motornya dicuri pelaku saat dirinya mengupas buah kakao dikebunnya.”Saat itu, motor parkir disamping saya dan memang koncinya menempel karena saya sedang mengupas coklat. Tiba-tiba motor di ambil pencuri tersebut, spontan saya teriak maling. Tidak lama kemudian pencurinya di gebukin warga sekitar.” ungkap dia. PeNa-spt.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *