Krisis Air Menggila, RASPUTIN Berkolaborasi dengan STAK Bergerak Selamatkan Warga Dlingo Bantul ‎

BANTUL (PeNa) – Bantul dilanda krisis air berkepanjangan, komunitas RASPUTIN bersama Yayasan STAK dan Embun Surga bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warga terdampak hari ini segera.

‎Delapan tangki air bersih disalurkan Selasa (8/9/2026), menyasar Padukuhan Gayam dan Kebo Sungu I, Dlingo, Bantul, yang membutuhkan secara langsung.

Bantuan simbolis diserahkan sekitar pukul 11.00 WIB sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap warga yang menghadapi kekeringan panjang selama musim kemarau yang semakin mengkhawatirkan.

Ketua Komunitas RASPUTIN, Budianto, mengatakan bantuan dikumpulkan melalui iuran sukarela seluruh anggota organisasi untuk membantu masyarakat terdampak secara berkelanjutan dan nyata di tengah.

“Dalam rangka meringankan beban saudara-saudara kita yang kekurangan air, kami menyalurkan bantuan air bersih di berbagai tempat,” ujar Budianto kepada warga di tengah kemarau.

Menurut Budianto, empat tangki air bersih tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang sedang menghadapi kebutuhan air mendesak saat ini juga.

“Harapan kami, apa yang selama ini kami lakukan selalu bermanfaat untuk masyarakat, dan anggota kami selalu dilancarkan rezekinya,” katanya penuh harapan kepada semua dan seluruh masyarakat.

“Semoga bantuan seperti ini dapat terus rutin dilaksanakan,” kata Budianto, menegaskan komitmen solidaritas kemanusiaan menghadapi krisis air berkepanjangan bersama masyarakat di masa mendatang.

Ketua Umum Yayasan STAK, Sigit “Cemo” Susanto, beserta anggota turut hadir dalam penyerahan simbolis bantuan air bersih tersebut kepada warga setempat dan tokoh.

Sigit menjelaskan, penyaluran bantuan air bersih merupakan hasil iuran masyarakat serta anggota RASPUTIN, STAK, dan Yayasan Embun Surga secara bersama-sama secara gotong royong.

“Kami berharap kegiatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan bisa berlanjut terus kepada saudara-saudara yang membutuhkan,” jelas Sigit kepada warga terdampak di tengah.

Sigit menegaskan bantuan kemanusiaan tidak terbatas pada air bersih, tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan sesuai kondisi setempat secara berkala dan.

“Bantuan bisa berupa apa saja, sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat,” ucapnya, menekankan pentingnya kepedulian yang tepat sasaran dan berkelanjutan demi warga yang.

Kepala Dukuh Gayam, Badarudin, menyampaikan terima kasih atas perhatian RASPUTIN, STAK, dan Embun Surga kepada warga setempat yang sedang kesulitan di tengah kekeringan.

“Bantuan empat tangki ini sangat berarti bagi warga kami,” ujar Badarudin saat menyampaikan sambutan di tengah kondisi kekeringan yang semakin berat saat ini juga.

Badarudin menjelaskan, Padukuhan Gayam memiliki sekitar 80 kepala keluarga dan 315 warga, namun belum semua rumah tersambung pipa saluran air air bersih layak.

“Mulai Juni hingga Agustus tidak ada hujan, sehingga tampungan air warga kosong dan kebutuhan air semakin mendesak,” jelasnya.

Warga, lanjut Badarudin, terpaksa membeli air tangki seharga Rp200 ribu hingga Rp250 ribu, dengan pemakaian sekitar satu minggu dalam kondisi kemarau setiap pekan.

Penyaluran kemudian dilanjutkan menuju Padukuhan Kebo Sungu I RT 5, Dlingo, Bantul, yang juga menghadapi krisis air cukup parah saat ini juga segera.

Perwakilan Embun Surga, Hestiar, mengatakan bantuan Kebo Sungu akan dipusatkan di salah satu rumah warga agar penyaluran lebih efektif dan terarah bagi warga.WAN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *