Lagi, Polisi Pelabuhan Bakauheni Bongkar Penyelundupan Satwa Langka

 

LAMPUNG SELATAN-(PeNa), Jajaran Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni membongkar penyelundupan satwa langka yang dilindungi yang akan dikirimkan ke Pulau Jawa dengan menumpang Bus Lorena B 7066 SU, Selasa (14/09/2021) kemarin.

Kepala KSKP Bakauheni AKP Ridho Rafika mengatakan bahwa hal tersebut diungkap ketika petugas curiga dengan lima kardus yang dibawa Bus Lorena dengan nomor polisi B 7066 SU saat dilakukan pemeriksaan sebelum menyeberang dipintu masuk Pelabuhan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan didalam bus bagian belakang ditemukan 5 (lima) buah paket kardus warna coklat yang berisikan satwa liar/hewan langka yang dilindungi berupa 3 (tiga) ekor burung beo,3. (tiga) ekor burung elang,2 (dua) ekor simpanse/siamang tanpa dokumen yang sah, ” kata AKP Ridho Rafika, Jum’at (17/09/2021).

Diterangkan, atas temuan tersebut kemudian petugas mengamankan dua awak Bus Lorena B 7066 SU yakni sopir atas nama Daulat Ridwan Gultom (38) warga Desa Dagen RT.02 RW.12 Kelurahan Degen Kecamatan Jaten Kabupaten Karang Anyar Provonsi Jawa tengah dan kondektur atas nama Subur Rahayu (49) warga Komplek Gandok RT.02 RW.06 Kelurahan Tajur Kota Bogor Jawa barat untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan.

“Keduanya dan barang bukti lima kardus berisikan hewan langka yang dilindungi tanpa dokumen sah tersebut telah diamankan untuk diperiksa. Mereka terbukti melanggar Pasal 21 ayat (2) huruf (a) Jo Pasal 40 ayat (2) UURI No. 5 Tahun 1990 tentang KSDAE dan Pasal 88 huruf a dan c UURI No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Ikan, Hewan,” ujar dia.

Untuk diketahui, sebelumnya petugas KSKP Bakauheni juga telah mengamankan BS (30) warga Kecamatan Tukdana, Indramayu Jawa Barat karena berbisnis kerajinan berbahan baku satwa yang dilindungi. Barang satwa dilindungi tersebut ditemukan dengan dikemas menggunakan kardus berwarna coklat yang diantaranya berisi Kepala Harimau dan dua Kepala Menjangan. Dan berhasil diamankan saat diperiksa di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni pada awal bulan September 2021.

 

 

Oleh: sapto firmansis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *