Jakarta – (PeNa), Pemerintah pusat mulai mengunci peran Provinsi Lampung sebagai salah satu tulang punggung swasembada pangan nasional. Penguatan itu mengemuka dalam audiensi antara Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dengan Panglima Kodam XXI/Radin Inten, Gubernur Lampung, dan Bupati Pringsewu di Kantor Kementerian Pertanian RI, Kamis (22/1/2026).
Pertemuan tersebut tak sekadar membahas koordinasi, melainkan menajamkan strategi peningkatan produksi komoditas unggulan seperti padi, jagung, kedelai, kopi, kakao, kelapa, tebu, hingga singkong yang selama ini menopang ketahanan pangan Lampung dan nasional.
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menegaskan Lampung memiliki posisi strategis dalam menjaga pasokan pangan nasional. “Lampung ini salah satu penyangga pangan utama. Karena itu, produktivitasnya harus terus dijaga dan ditingkatkan secara berkelanjutan,” ujar Amran.
Ia menambahkan, Kementerian Pertanian siap memperkuat sektor hulu melalui penyediaan bibit unggul. “Kami dorong dukungan bibit berkualitas agar hasil panen meningkat, daya saing komoditas naik, dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak,” katanya.
Dukungan serupa juga datang dari TNI AD. Panglima Kodam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan kesiapan jajarannya untuk terlibat aktif dalam penguatan ketahanan pangan. “Kodam XXI/Radin Inten siap mendukung kebijakan pemerintah, terutama melalui pendampingan Babinsa kepada petani dan optimalisasi lahan pertanian,” jelasnya.
Menurut Kristomei, keterlibatan TNI tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga menjaga stabilitas wilayah. “Kemanunggalan TNI dengan rakyat menjadi kunci agar program ketahanan pangan berjalan aman dan berkelanjutan,” tegasnya.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut Lampung selama ini mampu mempertahankan status surplus pangan, khususnya pada komoditas padi dan jagung. “Dengan dukungan bibit unggul dari Kementerian Pertanian serta keterlibatan aktif TNI AD, kami optimistis produktivitas komoditas strategis lainnya dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas memastikan pemerintah daerah siap menindaklanjuti kebijakan pusat di lapangan. “Kami akan memperkuat kelompok tani, meningkatkan sarana dan prasarana pertanian, serta mendorong pemanfaatan teknologi pertanian yang tepat guna,” kata Riyanto.
Audiensi ini menjadi sinyal kuat bahwa swasembada pangan tidak hanya bertumpu pada kebijakan pusat, tetapi juga pada kolaborasi nyata antara kementerian, TNI, dan pemerintah daerah. Lampung pun kembali diposisikan sebagai daerah kunci dalam menjaga stok pangan nasional.






